Pemkab Lotim Kaji Wacana Blokir Jalan saat Salat Jumat

M. Sukiman Azmy. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Munculnya wacana pemblokiran jalan dan kendaraan saat berlangsungnya ibadah Salat Jumat menjadi perbincangan hangat masyarakat di Kabupaten Lombok Timur. Pemkab Lotim sedang mengkaji kebijakan itu dengan mempertimbangkan segala aspek, baik positif dan negatifnya.

Menurut Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy,.MM, wacana pemblokiran jalan saat dilaksanakan ibadah Salat Jumat itu tidak serta merta dapat diterapkan. Kebijakan itu perlu dikaji lebih mendalam azas manfaat dan dampak yang dapat ditimbulkan. Artinya perlu pertimbangan panjang, karena itu menyangkut kepentingan orang banyak.

Iklan

Bupati menekankan, pengguna jalan itu tidak hanya umat Muslim. Melainkan masyarakat non Muslim juga banyak yang bermukim maupun sekadar melintas di Kabupaten Lotim, sehingga apabila dilakukan pemblokiran jalan di seluruh masjid di Kabupaten Lotim, dikhawatirkan dapat mengganggu dan meresahkan pengendara yang beragaman non- Islam. “Kita masih kaji wacana itu. Masih panjang, tidak serta merta kita terapkan,’’ tegas bupati.

Diketahui, wacana pemblokiran jalan 10 menit sebelum pelaksanaan Salat Jumat dicetuskan oleh Kepala Dispar Lotim, Dr. M. Mugni, di mana penutupan akan difokuskan di setiap kantor desa menggunakan portal. Tujuannya supaya masyarakat tidak berlalu lalang yang dapat mengganggu masyarakat menjalankan Salat Jumat, sehingga masyarakat dapat lebih khusyuk. (yon)