Pemkab Loteng : Kereta Gantung Bukan Sekedar Wacana

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah menegaskan bahwa rencana pembangunan kereta gantung di jalur pendakian Gunung Rinjani di Loteg bukan sekedar wacana. Proses persiapan sesungguhnya sudah dimulai. Bahkan sudah ada beberapa investor yang mengaku tertarik untuk mewujudkan mimpi ini.

Dalam mewujudkan mimpi ini, pemerintah daerah Loteng ingin melakukan kajian lebih mendalam. “Justru investor yang menantang pemerintah daerah. Tapi pemerintah daerah masih ingin melakukan kajian lebih mendalam lagi,” ujar Kabag Administrasi Perekonomian Setda NTB Ikhsan, S.Hut pada Suara NTB, Senin, 17 Juli 2017.

Iklan

Menurutnya, Pemkab Loteng tidak ingin rencana ini membawa efek negatif bagi masyarakat dan lingkungan di daerah ini. Bahkan, dari feasibility study (FS) yang sudah dilakukan, proyek pembangunan kereta gantung tidak akan menimbulkan efek negatif, terutama terhadap kelestarian lingkungan yang selama ini dipersoalkan.

“Jadi dari proses studi yang sudah dilakukan, bisa dikatakan efek kereta gantung terhadap lingkungan nyaris tidak ada. Karena memang semua dampak sudah diperhitungan dengan matang. Termasuk pola penanganannya,’’ terangnya.

Titik-titik pembangunan tiang pancang kereta gantung juga sudah diperhitungkan dan tidak ada yang dibangun di area terlarang. Semuanya dibangun di kawasan-kawasan yang memang dibolehkan oleh pihak pengelola kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek kereta gantung tersebut. Bahkan, bisa dikatakan dampak positifnya jauh lebih besar, ketimbang efek negatif yang bakal ditimbulkanya. Karena bicara kereta gantung, bukan hanya persoalan kereta gantungnya saja.

“Pro kontra terhadap satu rencana pembangunan pasti ada. Tapi mari kita lihat dari sudut pandang positif efek dan dampak yang bisa ditimbulkan dari satu rencana pembangunan tersebut bagi masyarakat dan daerah ini,” ujarnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here