Pemkab Lobar Diberi Tenggat Tuntaskan Appraisal

Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ahmad Makchul (Suara NTB/nas)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) diberi tenggat waktu untuk segera menuntaskan appraisal lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan Bendungan Meninting. Pasalnya, hingga saat ini seratusan miliar yang dianggarkan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I belum terserap.

Sementara, tahun anggaran 2018 akan segera berakhir. Untuk itu, Pemkab Lobar diberikan batas waktu sampai awal Desember mendatang untuk menuntaskan appraisal lahan Bendungan Meninting.

Iklan

‘’Kita harapkan sebelum tanggal 5  Desember, mudahan bisa selesai appraisal. Kita mengharapkan sebelum tanggal 10 Desember sudah dibebaskan (lahannya),’’ kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. Ahmad Makchul, M. Si dikonfirmasi di Mataram, Selasa, 27 November 2018 siang.

Ia menjelaskan, pembebasan lahan Bendungan Meninting ditanggung oleh pemerintah pusat. Begitu juga untuk pembangunan fisik dengan alokasi anggaran sekitar Rp1,3 triliun.

‘’Porsinya Lombok Barat adalah mempersiapkan untuk appraisalnya. Berapa penafsiran harga. Berapa nilai lahan yang akan dibebaskan, BWS lewat APBN yang akan membayar,’’ jelasnya.

Makchul mengatakan, proses appraisal ini yang sedang dilakukan agar segera tuntas. Diharapkan Pemkab Lobar melalui tim yang dibentuk segera menyelesaikan persoalan ini sebelum tahun anggaran 2018 berakhir.

‘’Sehingga anggaran untuk pembebasan lahan itu bisa terserap. Jumlahnya kalau ndak salah Rp100 miliaran,’’ sebutnya.

Jika appraisal tersebut lewat dari bulan Desember maka dana pembebasan lahan seratusan miliar yang sudah disiapkan tak akan terserap. Karena itu, diharapkan Pemkab Lobar bekerja keras segera menuntaskan appraisal tersebut.

‘’Kalau dari sisi pemindahan masyarakat tak masalah. Hanya penentuan berapa harga pembebasan lahannya. Harus ada tim yang menetapkan berapa harga yang layak dan memenuhi ketentuan,’’ jelasnya.

Jika masalah lahan sudah clear, kata Makchul, maka pada 2019 sudah mulai pembangunan konstruksi Bendungan Meninting secara bertahap. Pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun untuk pembangunan Bendungan Meninting.

Bendungan Meninting, luas genangannya mencapai 53,6 hektar. Selain  untuk memenuhi kebutuhan irigasi pada lahan  seluas 1.519 hektar.

Dengan kapasitas air yang ditampung mencapai 9,24 juta m3 menghasilkan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 0,8 Megawatt (MW).

Rencananya Bendungan Meninting ini juga akan dijadikan sebagai sumber air bersih, yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM. (nas)