Pemkab Lobar Berencana Jual Aset Daerah

H Sardian, H Fauzan Husniadi. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat kembali berencana menjual aset daerah yang dinilai kurang strategis dan butuh energi untuk pengamanan dan pemeliharaan. Aset-aset yang akan dilepas ini kebanyakan di luar daerah Lobar, seperti di Mataram. Rencananya, hasil penjualan aset ini akan digunakan untuk membeli atau pengadaan aset lagi.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar H. Fauzan Husniadi kepada wartawan, kemarin. Diakuinya kondisi aset tidaklah tetap, Karena jumlahnya berkurang karena dipakai untuk pembangunan fasilitas umum dan aset dihibahkan. Karena itu untuk menutupi pendapatan dari aset akibat pengurangan ini, pihaknya melakukan berbagai hal.

Iklan

Salah satunya rencana menjual aset daerah. “Kalau tidak ada aral melintang, akhir tahun sekitar November Kita melakukan appraisal untuk rencana penjualan aset. Itu juga nanti kita ajukan ke DPRD,” jelas dia. Rencananya akhir tahun ini akan mulai appraisal untuk titik-titik yang akan dijual. Terkait berapa titik yang akan dilepas masih dibahas. Yang jelas aset yang kurang strategis dan potensial. Serta memerlukan energi untuk pengamanan.

Pelepasan aset ini jelas dia, untuk membeli aset lagi. “Kita rencana jual aset untuk kembalikan ke aset (pengadaan aset) tidak pakai untuk yang lain,” jelas dia. Setelah appraisal barulah diajukan ke DPRD. Mekanisme penjualan sendiri, tidak borongan atau gelondongan, namun titik per titik.

Menanggapi adanya wacana penjualan aset oleh Pemda itu, Anggota komisi I DPRD Lobar H Sardian mengatakan perihal rencana penjualan aset ini harus dibahas dulu dengan komisi I sebelum diusulkan ke lembaga DPRD secara utuh. Komisi perlu membahas itu, agar nantinya aset mana yang dijual dan bagaimana pemanfaatannya bisa dilihat kondisi aset ini. Karena sementara ini, aset daerah di Mataram belum terungkap semua.

Tiba-tiba saja muncul ada datanya. Terakhir sebut dia, di Karang Sukun. “Pemda perlulah memberikan data aset ini. Sebagai bahan Kita untuk memantau sejauh mana pemanfaatan Aset itu,” tegas dia.

Komisi I kata dia akan melihat dulu seperti apa aset yang rencananya dijual, barulah memberikan pendapat setuju atau tidak. Menurutnya ada beberapa opsi pengelolaan aset ini. Selain dijual terhadap aset yang tak strategis, namun bagi aset yang strategis sebaiknya menurut dia dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

“Itu yang perlu kita bahas, kalau tidak memungkinkan dikerjasamakan maka ndak apa-apa dijual. Tapi kalau lokasinya strategis dan banyak mau mengelola, sebaiknya dikerjasamakan karena daerah bisa mendapatkan pemasukan berkesinambungan,” ujarnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional