Pemkab Lobar Bakal Moratorium Penerbitan Izin Retail Modern

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat bakal melakukan langkah tegas menyikapi maraknya retail modern di wilayah ini. Langkah tegas yang diambil, Pemkab bakal mengevaluasi dan memoratorium perizinan pembangunan retail tersebut agar tidak sampai mengancam keberadaan pedagang kecil di daerah ini.

“Nanti kita evaluasi semuanya, kita batasi dan moratorium tidak ada tambahan lagi,” tegas Sekda Lobar, H. M. Taufiq. Namun perizinan retail modern ini dibatasi kuotanya per kecamatan. Ia akan mengevaluasi berapa jumlah retail ini per kecamatan, apakah melampui kuota atau tidak. Atas dasar ini nanti pihaknya mengambil langkah membatasi perizinannya.

Iklan

Namun dikhawatirkan ketika memberlakukan kebijakan ini, Pemda dinilai tidak pro terhadap pembangunan dan investasi. Akan tetapi selama keberadaan retail ini mengancam pedagang kecil maka langkah tegas harus dilakukan Pemda. Sebab pedagang kecil ini bakal tergerus jika tidak diantisipasi.

Pihaknya juga bakal meminta SKPD terkait meninjau seberapa jauh penerapan ketentuan pembangunan retail modern ini, sebab sesuai ketentuan jaraknya harus 50 meter dari lokasi pedagang kecil. Jika ini terjadi maka pihaknya bakal mengevaluasi menyeluruh. Disamping itu persyaratan produk lokal harus ditampung 30 persen oleh pihak retail modern. “Makanya kita akan evaluasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Lobar, Agus Gunawan menyatakan pihaknya sudah memanggil pihak retail modern untuk menyampaikan persoalan ini. Ia meminta agar pihak terkait melakukan sinergi dengan pemda supaya menjadi bapak asuh bagi IKM dan UKM. Pihaknya juga mewajibkan ke pengelola retail modern agar menampung 30 persen dari produk lokal. Ditambah lagi membantu dari sisi bantuan manaemen dan Bimtek. “Retail modern yang tak melaksanakan aturan ini, ya kita evaluasi bisa dicabut izinnya,” tegasnya.

Langkah ini diambil untuk melindungi pedagang kecil. Ia juga tak ingin aturan Perbup yang dibuat tersebut seolah menjadi macan kertas. Pihaknya juga meminta semua pemangku kepentingan untuk menggaungkan ayo pakai produk Lobar. Minimal diakomodir IKM seperti tenun Gumise dipakai untuk  pakaian dinas di ASN Lobar. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here