Pemkab Dompu Terima Bantuan Alat Medis

Bupati Dompu, H Bambang M Yasin saat foto bersama dengan pegiat LSM Harapan Project dan FKPD usai menerima bantuan alat medis, Rabu, 29 April 2020. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Harapan Project, menunjukkan dedikasinya untuk membantu pemerintah daerah dalam melawan Corona Virus Disease (Covid-19). Hal itu ditunjukkan dengan penyerahan bantuan alat medis bagi tenaga kesehatan selaku garda terdepan penanganan Covid-19.

Carlos Ferrandiz, penggiat LSM ini kepada wartawan, Rabu, 29 April 2020 menyampaikan, bantuan berupa masker, hand sanitizer, cairan alkohol, sarung tangan, boks isolasi pasien, APD dan berbagai kebutuhan tenaga medis tersebut buah upayanya melakukan penggalangan dana. Baik pada donatur dari dalam maupun luar negeri, seperti di negara asalnya Spanyol. “Kalau kita bersama pasti kita bisa bantu banyak orang di sekeliling kita,” cetusnya.

Sebagai sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan pemenuhan gizi anak kurang mampu di pelosok Huu. Carlos Ferrandiz bertekad membantu setiap kebutuhan pemeritah daerah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Motivasinya tidak lain karena kecintaan akan bumi Nggahi Rawi Pahu. Bahkan, ia merasa sudah menjadi bagian dari wilayah ini maupun NKRI. “Saya merasa saya sudah orang sini. Saya bukan orang Spanyol lagi, darah saya sudah merah putih,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Dompu, Drs. H Bambang M Yasin usai menerima langsung bantuan dari Harapan Project mengatakan, bantuan alat medis ini memang tengah menjadi kebutuhan para medis baik dokter maupun perawat. Karenanya, apresiasi dan penghargaan yang besar pantas disampaikan atas kesediaan Carlos Ferrandiz membantu tim gugus tugas Covid-19. “Saya tidak tahu bagimana cara Carlos mendapatkannya, buat kita itu tidak penting. Yang kita harus apresiasi dan hargai adalah kesediaan Carlos untuk melakukan sesuatu,” terangnya.

Persoalan Covid-19 di wilayah ini merupakan tanggungjawab semua pihak. Karena sejatinya semua orang membutuhkan kesehatan dan kesejahteraan. Untuk itu, tegas Bupati, harapan tersebut mesti diwujudkan dengan sikap mentaati protap pencegahan dan penanganannya.

Sejak diketahuinya 32 pasien positif terpapar Covid-19, tim gugus tugas telah melakukan tes cepat terhadap semua anggota keluargan pasien. Hasilnya ditemukan satu orang reaktif di Kecamata  Kilo dan tiga lainnya di Woja. “Sekarang kami sedang menyiapkan proses tindaklanjut dari temuan-temuan itu. Kita berharap upaya pencegahan penularan ini dapat menjadi lebih efektif karena sekarang peta masalahnya sudah bisa kita petakan,” pungkasnya. (jun)