Pemkab Asuransikan Honorer Risiko Tinggi

Sekda Lotim H. M. Juaini Taofiq menyerahkan santunan dari Korpri kepada keluarga korban Lalu Bambang Budianto di Tanjung, Senin, 11 Januari 2021.

Selong (Suara NTB) – Sekretaris Daerah Kebupaten Lombok Timur (Lotim) H M. Juaini Taofik menjelaskan akan mendaftarkan tenaga honorer risiko tinggi dalam pekerjaannya. Dikatakan, asuransi honorer risiko tinggi ini menjadi arahan bupati untuk segera dilaksanakan tahun anggaran 2021.

Demikian penegasan sekda menjawab Suara NTB, Senin, 11 Januari 2021.

Diakuinya, kasus kecelakaan yang berujung maut menimpa dua personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Daerah Lotim. Karenanya, masuk dalam daftar honorer yang memiliki risiko berat dari pekerjaannya adalah honorer-honorer yang ada di lingkup BPBD.

Disebut jumlah  honorer di Lotim ini mencapai 14 ribu orang. Jumlah itu melampaui jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di lingkup Pemerintah Daerah Lotim. Alasan keterbatasan anggaran, sehingga hanya yang berisiko tinggi yang diutamakan.

Untuk PNS, kata sekda sudah secara otomatis masuk dalam kepesertaan asuransi PT Mandiri Taspen. Sedangkan yang non ASN ini rencana akan dimasukkan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

Bersama pihak BPJamsostek, Lotim sudah menandatangani nota kesepakatan. Selanjutnya akan dibuatkan nota perjanjian kerjasama (PKS) untuk yang berisi besaran iuran dan jumlah peserta yang akan didaftarkan.

Sebelumnya Kepala Cabang BPJamsostek Lotim, Akbar Ismail, menyebut, besaran iuran non ASN ini Rp 9.800 sampai Ro 11.800 per bulan.

Honorer risiko tinggi di maksud selain dari BPBD, ada juga di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP dan petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Dua personel BPBD yang meninggal dunia akibat kecelakaan beberapa waktu lalu menjadi atensi bupati. Sebelum dimenjadi peserta BPJamsostek, Korpri  berinisiatif untuk memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada keluarga korban. Penyerahan santunan ini dilakukan Sekda Lotim untuk keluarga Lalu Bambang Budianto di Tanjung dan Asisten II Setda Lotim untuk keluarga Muhammad Zaini di Pringgasela. (rus)