Pemindahan Pedagang ke Pasar Renteng Dimulai

Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri menyerahkan kunci kios secara simbolis kepada pedagang pasar Renteng, Jumat kemarin.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memulai proses pemindahan para pedagang ke gedung pasar Renteng yang baru, Jumat, 28 Mei 2021. Ditandai dengan dzikir dan syukuran bersama ASN lingkup Pemkab Loteng dengan para pedagang yang akan menempati fasilitas gedung pasar yang baru, dipimpin langsung Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., bersama para pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya.

Tercatat total ada 1.734 pegadang yang akan menempati lapak yang tersedia, dengan berbagai jenis komoditi. Mulai dari kebutuhan pokok hingga konveksi. “Karena ini banyak, pemindahan akan dilakukan secara bertahap. Dari lokasi pasar sementara ke gedung yang baru,” sebut H.L. Pathul Bahri, S.IP., kepada wartawan.

Iklan

Pihaknya pun berharap fasilitas pasar yang baru tersebut bisa digunakan sekaligus dirawat dengan baik. Sehingga bisa memberikan manfaatnya dalam jangka waktu lama. Dengan begitu, Pasar Renteng bisa benar-benar menjadi pusat denyut nadi pergerakan ekonomi di daerah ini.

Tidak kalah penting dengan mulai digunakannya gedung pasar Renteng yang baru maka bisa segera mendatangkan manfaat berupa pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan di daerah ini. “Berapa targetnya (PAD) itu sudah ada hitung-hitungannya. Yang jelas, bisa memberikan pemasukan yang besar bagi daerah,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, L. Firman Wijaya, mengatakan, meski sudah mulai digunakan proses penataan area pasar masih akan dilakukan. Terutama di sekitar gedung pasar, mengingat masih ada beberapa fasilitas yang masih harus disiapkan. “Kalau gedungnya sendiri sudah ditempati dan digunakan. Bahkan kita sudah melakukan pembagian lokasi bagi para pedagang. Tinggal sekarang kita fokus penataan di luar gedung pasar,” terangnya.

Disinggung informasi kalau masih ada lahan di area pasar yang belum dibebaskan, Firman mengaku pihaknya masih melakukan klarifikasi terhadap pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan. Bagaimana hasil klarifikasi nantinya itulah yang menjadi dasar pihaknya mengambil kebijakan. “Katanya sih masih ada sekitar 5 are lagi yang belum dibebaskan. Inilah yang saat ini sedang kita klarifikasi kebenaranya,” imbuhnya.

Pihaknya pun sudah meminta pihak pengklaim untuk menyerahkan bukti dan dokumen pendukung sebagai dasar pembuktian kalau memang lahan tersebut belum dibebaskan. Kalau memang benar belum dibebaskan, tentunya pemerintah daerah akan bersikap. Polanya seperti, tergantung hasil klarifkasi nantinya.

“Kita upayakan apa yang menjadi persoalan terkait pasar Renteng dituntaskan. Mulai dari penyiapan sarana dan prasarana pendukung hingga persoalan lahan yang mungkin belum diselesaikan,” pungkas Firman. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional