Pemilu 2024 Hanura NTB Bertekad Kembalikan Kursi yang Hilang di 2019

Ketua DPD Hanura NTB, Syamsu Rijal (tengah) didampingi kader menyampaikan target partainya di Pemilu 2024. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Struktur mesin politik Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di NTB sudah rapi. Mulai dari pengurus DPD sampai 10 DPC kabupaten/kota semua sudah diperbaharui di akhir tahun 2020 lalu. Sehingga Hanura tinggal fokus melakukan kerja-kerja politik untuk menghadapi pemilu dan pilkada serentak tahun 2024.

Ketua DPD Partai Hanura NTB periode 2020-2025, Syamsu Rijal yang dikonfirmasi di kantornya Jumat, 9 April 2021, menyampaikan bahwa semua struktur kepengurusan sudah diperbarui oleh DPP di akhir tahun 2020 lalu tanpa melalui mekanisme Musda, melainkan langsung penunjukan oleh DPP.

Iklan

“Sudah selesai semua kepengurusan 2020-2025. Saya ditunjuk lagi langsung dari DPP sebagai ketua DPD untuk periode kedua. Demikian juga 10 DPC juga sudah selesai. Jadi sistemnya sekarang itu tidak ada musda, DPP berwenang langsung menetapkan,” ujarnya.

Begitu juga dengan struktur kepengurusan ditangkap PAC di tingkat kecamatan se NTB sudah terbentuk 100 persen. Hanya tinggal membentuk kepengurusan di tingkat ranting dan anak ranting di desa yang ada beberapa masih belum rampung dan ditargetkan tuntas tahun 2021 ini. “Sehingga di tahun 2022 itu kami tinggal menyerahkan saja kelengkapan berkas untuk verifikasi parpol dan siap untuk menjadi peserta pemilu,” tegasnya.

Sembari merampungkan kepengurusan partai di tingkat ranting dan anak ranting tersebut, Hanura NTB juga memfokuskan diri untuk meningkatkan kaderisasi dan keanggotaan dengan menyasar kelompok milenial. “Kita mengadakan road show pendidikan politik generasi milenial untuk pengkaderan. Kami sadar bahwa kebesaran partai ini akan sangat ditentukan oleh kekuatan di tingkat grassroot, karena merekalah ujung tombak,” jelasnya.

Rijal menyadari bahwa pada pemilu 2019 lalu, partainya menelan kekalahan cukup besar. Baik di tingkat pusat yang tidak berhasil masuk ambang batas perlemen, juga di daerah khususnya NTB banyak kehilangan kursi di DPRD, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

“Di DPRD Provinsi NTB kita kehilangan empat kursi dari lima kursi jadi 1 kursi. Di kabupaten/kota dari 31 kursi menjadi 21 kursi, hilang 10 kursi. Mudah-mudahan Hanura di 2024 tidak seperti 2019 laku, kami yakin khususnya di NTB, Hanura akan bisa lebih besar lagi,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya tidak bisa menyalahkan diri sendiri atas capaian pada pemilu 2019 lalu. Kekalahan Hanura tersebut terjadi lantaran konflik dualisme yang terjadi di tubuh partai. Sehingga partai tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengurus pemenangan pemilu.

“Dulu karena internal partai konfilik, kesempatan konsolidasi ndak ada, sehingga kader yang kita siapkan jadi caleg pada lari semua, dan buktinya mereka jadi semua di partai lain,” ungkapnya. Pada pemilu serentak 2024 mendatang, Rijal tidak memasang target muluk-muluk, tapi target yang ditetapkan merupakan target yang terukur sesuai dengan kemampuan dan kekuatan partai. Disebutkan untuk DPRD Provinsi NTB, Hanura menargetkan 6 kursi. dan di DPRD kabupaten/kota bisa mengambil kembali sejumlah pimpinan DPRD.

“Targetnya disesuaikan dengan upaya yang kita lakukan pada masyarakat, maksimal tidak ada dapil yang kosong. Tapi target terukur kami untuk provinsi itu 6 kursi yang berasal dari Lotim 2 kursi, Loteng 2 kursi, Lobar-KLU satu kursi, Dompu, Bima, Kota Bima satu kursi, dan Sumbawa-KSB satu kursi. Kalau Mataram kami sadari berat, tapi tetap berupaya,” pungkasnya. (ndi)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional