Pemilik Bus Maut Bramasta Trans Berpeluang Jadi Tersangka

Mataram (suarantb.com) – Kasatlantas Polres Lombok Utara dibantu penyidik Polres Mataram telah melakukan gelar perkara kasus bus maut Bramasta Trans, Selasa, 21 Februari 2017. Dalam penyidikan, kelalaian pengelola bus dan kelayakan  jalan bus harus dipertanggungjawabkan.

Apabila bus dinyatakan tidak layak jalan, tidak menutup kemungkinan pemilik akan dijadikan tersangka. Dirlantas Polda NTB, Kombes Pol Budi Indra Dermawan, S.I.K mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, sopir Bramasta Trans sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Iklan

“Untuk pengemudi sudah dinyatakan tersangka,” ujarnya, Rabu, 22 Februari 2017.

Sopir bus yang telah menjadi tersangka berinisial PWG disangkakan pasal 310 ayat 4 jo pasal 229 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Tersangka diancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Sedangkan pemilik bus dan operator, saat ini masih berstatus saksi.

“Pemilik kendaraan dan operatornya, termasuk pengemudi aslinya sekarang masih saksi,” ujarnya usai menghadiri acara Kawasan Tertib Lalu Lintas di Polda NTB.

Sementara, untuk catatan kelayakan kendaraan, Polisi dan Dinas Perhubungan berkoordinasi untuk melakukan pendalaman. Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan ahli transportasi dari Dinas Perhubungan  NTB.

“Untuk pemilik kendaraan, sedang akan didalami oleh penyidik, karena penyidik hari ini juga mendatangi Dinas perhubungan untuk mengecek tentang kelayakan kendaraan,” tutupnya.

Bus Bramasta Trans Nopol L 7018 LL masuk jurang Malimbu, Desa Malaka, KLU, Sabtu, 28 Desember 2016 sedalam 7 meter. Dua orang meninggal di tempat dari 22 total penumpang. Bus itu ditumpangi rombongan Bappenda Cirebon yang hendak menuju Gili Trawangan. (dea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here