Pemicu Wujudkan NTB Hijau, Tripleks Produksi NTB Jadi Komoditas Ekspor

Kayu lapis atau tripleks yang dihasilkan pabrik pengolahan kayu di Loteng. Dalam waktu dekat akan dikirim 100 meter kubik tripleks ke Maroko. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kayu lapis atau tripleks yang dihasilkan PT. Kayu Lima Sejahtera (KLS) kini menjadi komoditas ekspor. Rencananya,  pabrik yang mengolah kayu Sengon menjadi tripleks di Lombok Tengah (Loteng) tersebut akan melakukan ekspor sebanyak 100 meter kubik ke Maroko.

“Rencananya ekspor  ke Maroko sebanyak 100 meter kubik. Selain memenuhi  pasar lokal,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Julmansyah, S. Hut, M.AP dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 28 Agustus 2020 siang.

Iklan

Julmansyah mengatakan kehadiran industri pengolahan kayu tersebut akan merangsang penanaman pohon oleh masyarakat di NTB. Dengan adanya pabrik pengolahan kayu seperti ini, maka ada jaminan pasar kayu yang ditanam oleh masyarakat.

“Industri (pengolahan kayu) akan merangsang penanaman pohon oleh masyarakat. Ini bisa mentrigger pencapaian NTB Hijau. Karena ada jaminan pasar kayu yang ditanam masyarakat,” ujar Julmansyah.

Julmansyah menambahkan, Dinas LHK memastikan jaminan pasar terlebih dahulu terhadap produk hasil hutan. Agar tanaman kehutanan tidak saja memiliki aspek ekologi tapi juga memiliki aspek ekonomi bagi masyarakat.

Ia menyebutkan kapasitas produksi pabrik pengolahan kayu yang di Loteng sebanyak 40 meter kubik sehari. Dalam setahun, kapasitasnya 6.000 meter kubik. “Kami di Dinas LHK sangat mendukung. Karena mereka ini menggunakan bahan baku kayu Sengon yang kategorinya tanaman cepat tumbuh,” ucapnya.

Menurut Julmansyah, kayu Sengon dapat dipanen ketika berumur 4 – 5 tahun. Sehingga, sekarang Pemprov sedang mendorong pengembangan tanaman Sengon di Sekotong Lombok Barat (Lobar) mencapai ratusan ribu hektare.

Selama ini, kata Julmansyah, bahan baku kayu Sengon untuk  pabrik pengolahan kayu yang berada di Loteng tersebut  diambil dari masyarakat atau luar kawasan hutan yang berada di Pulau Lombok. Karena tanaman Sengon sangat menjanjikan bagi masyarakat, sekarang sedang dikembangkan secara masif di kawasan hutan dan luar kawasan hutan di Sekotong.

“Sekarang kami sedang fokus di Sekotong. Untuk mendukung pengembangan Sengon baik di dalam kawasan maupun di luar kawasan hutan. Sudah cukup masif penanaman kayu Sengon di Sekotong, ada seratusan ribu  hektare,” ucapnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional