Pemerintah Siapkan 23 Kelompok Peternak Wujudkan Swasembada Telur dan Daging

Ilustrasi Daging Sapi (Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mematangkan rencana program swasembada telur dan daging ayam, diantaranya dengan mempersiapkan lokasi, permesinan dan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan. Program tersebut ditargetkan terwujud pada 2023 mendatang.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Ir. Hj. Budi Septiani, menerangkan program swasembada telur dan daging ayam merupakan bagian dari rencana industrialisasi Pemprov NTB yang tertuang dalam RPJMD. Di sisi lain, mengingat NTB sampai saat ini masih mengalami inflasi produksi telur dan daging, maka Disnakeswan NTB mengarahkan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk mewujudkan produksi mandiri.

Iklan

Program kampung unggas sendiri telah dimulai Disnakesswan NTB sejak 2014 lalu. Untuk 2020, program tersebut direncanakan berkembang hingga menjadi satelit ayam lokal. “Sudah teralokasi anggarannya dan sudah ada sebanyak 23 kelompok (peternak) yang nanti tersebar di seluruh NTB,” ujarnya, Jumat, 28 Februari 2020.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, menerangkan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan permesinan yang dibutuhkan untuk mewujudkan kampung unggas sebagai penopang swasembada telur dan daging ayam di NTB. Mesin yang disiapkan antara lain mesin pakan dan mesin penetas telur. “Kami dari dinas perindustrian mempersiapkan terkait ketersedian permesinan untuk mendukung peningkatan produksi bahan baku maupun olahan,” ujar Nuryanti, Jumat, 28 Februari 2020.

Dalam prosesnya, program tersebut dikolaborasikan dengan stakeholder terkait, yaitu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, dan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB. Diterangkan Nuryanti pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. H. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, untuk mematangkan rencana tersebut. Antara lain membahas kesiapan STIP Lombok Barat untuk mempersiapan mesin yang dibutuhkan.

Permesinan untuk program swasembada daging dan telur telah mulai dipersiapkan sejak 2019 dan dinyatakan lulus test report atau uji kelayakan. “Jadi menuju ini NTB swasembada telur dan daging pada 2023. Kemudian 2020 Insya Allah sudah dimulai sinergi antar OPD,” ujar Nuryanti. Terkait sinergi yang dibangun antar OPD, dicontohkan Nuryanti seperti penyediaan bahan pakan dari lamtoro yang akan difasilitasi oleh LHK NTB dan bahan pakan lainnya secara umum yang disiapkan Distanbun NTB.

“Jadi semuanya dilibatkan untuk menjalankan program industrialisasi. Salah satunya swasemda telur dan daging,” ujarnya. Sebagai informasi, program swasembada telur dan daging telah menjadi salah satu target industrialiasi di NTB. Dimana Dinakeswan NTB melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 telah menyiapkan anggaran mencapai Rp4 miliar untuk mewujudkan program tersebut. (bay)