Pemerintah Pusat Turunkan Tim Investigasi Kasus Rabies di Dompu

Ilustrasi (Uji Laboratorium Hewan Rabies)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat  menurunkan tim untuk menginvestigasi kasus rabies yang terjadi di Kabupaten Dompu. Warga yang menjadi korban gigitan anjing dan hewan yang berpotensi pembawa rabies divaksin.

‘’Pemerintah pusat menurunkan tim. Kemudian Kementerian Pertanian melakukan pengujian sampel. Atas dasar itulah kami ketahui positif (rabies). Maka diturunkan vaksin anti rabies pada manusia dan anjingnya,’’ kata Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar Kementerian Pertanian, Drh. I Wayan Masa Tenaya, M.Phil, Ph.D usai Rapat Koordinasi Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Kabupaten Dompu di Ruang Rapat Sekda NTB, Selasa, 22 Januari 2019 siang.

Iklan

Ia mengatakan, tim dari pusat sudah mulai melakukan investigasi sejak pekan lalu. Tim dari pusat turun langsung ke Dompu. Mengenai asal anjing pembawa rabies, Tenaya mengatakan bahwa memang NTB diapit oleh dua provinsi yang terinveksi rabies, yakni Bali dan NTT.

Namun ia belum berani memastikan asal anjing penyebab penyakit rabies yang ada di Dompu.  Karena ada juga hewan pembawa rabies yang berasal dari dua provinsi tersebut, yakni Sulawesi.

‘’Tapi yang paling dekat, kemungkinannya dari Flores. Mengingat yang paling dekat adalah Flores. Eliminasi adalah salah satu cara, karena terkait populasi anjing yang sangat tinggi,’’ katanya.

Tenaya menjelaskan dirinya menghadiri rakor terkait KLB rabies di Dompu mewakili Direktur Kesehatan Hewan Kementan. Secara historis, NTB merupakan daerah yang bebas rabies.

Informasi yang didapatkan, banyak masyarakat yang digigit anjing di Dompu. Data Dinas Kesehatan NTB, ada dua orang meninggal dunia. Berdasarkan pengujian sampel yang dilakukan, anjing juga sudah ada yang positif rabies.

‘’Namun demikian kita sudah bertindak dengan cepat, koordinatif , termasuk rapat hari ini (kemarin). Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah menyampaikan apa-apa yang sudah kita lakukan bersama-sama. Untuk tindakan selanjutnya, kita sudah mengeluarkan rekomendasi,’’ ucapnya.

Rekomendasi yang dikeluarkan yakni secepatnya diberikan vaksinasi kepada hewan khususnya anjing. Dinas Kesehatan juga sudah memberikan vaksin kepada masyarakat yang digigit anjing.

Selanjutnya, kata Tenaya yang  paling penting, Pemda harus  melakukan kontrol populasi anjing liar. Karena populasinya sangat tinggi di Dompu. Pihaknya mengajak Karantina Pertanian untuk mengawasi lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) di Pulau Sumbawa, seperti anjing, kucing dan kera.

‘’Tidak boleh keluar masuk Pulau Sumbawa khususnya Dompu.  Kita lebih intensif mengamankan Pulau Lombok yang bersih dari rabies. Jangan sampai yang dekat itu menyebar ke Lombok. Saya sangat yakin bahwa kasus ini kita bisa lokalisir, hanya terjadi di Dompu,’’ tandasnya. (nas)