Pemerintah Pusat Tolak “Smart City” KLU

Tanjung (Suara NTB) – Istilah smart city (kota cerdas) mungkin masih baru. Karena di Indonesia hanya ada beberapa kota saja yang menerapkan. Namun meski baru, Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang berusia 9 tahun memberanikan diri mengajukan konsep smart city ke pemerintah pusat bersamaan dengan puluhan kabupaten lain. Sayang, konsep tersebut dianulir oleh kementerian.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika KLU, Kawit Sasmita, SH., Rabu, 6 Juni 2018 saat dikonfirmasi perihal dianulirnya proposal smart city KLU, menolak anggapan proposal KLU tidak menarik. Sebaliknya, tidak diperolehnya anggaran program smart city tersebut, karena berkurangnya jumlahnya kuota kabupaten/kota yang akan memperoleh dukungan pendanaan dari program tersebut.

Iklan

“Awalnya smart city itu untuk 75 kabupaten/kota, setelah proses berjalan ternyata kemampuan anggaran di (Kementerian) Kominfo berkurang hanya untuk 50 kabupaten/kota,” kata Kawit menyebut penyebab gagalnya proposal yang diajukannya.

Namun, bantah kawit, tudingan yang menyebut dirinya tidak mampu mempresentasikan dan meyakinkan pusat sama sekali tidak benar. Konsep smart city Lombok Utara masih kalah saing dari konsep kabupaten dan kota lain yang lebih dulu ada dan berkembang. Sedangkan kementerian menilai, KLU masih banyak kekurangan.

Salah satu yang disebut Kawit, sarana dan prasarana mendasar seperti kantor dinas saja, Dinas Kominfo dan Statistik KLU belum tersedia dan representatif. Dalam mengembangkan smart city, kantor harus tersedia didukung fasilitas yang memadai.

Selain itu, jaringan telekomunikasi dan prasarana pendukung telekomunikasi yang dimiliki oleh kabupaten belum mampu meyakinkan pemerintah pusat. Kelemahan itu diharapkan tertutupi setelah Pemda KLU menganggarkan gedung instansi pada tahun 2018 ini. “Oleh karena kekurangan anggaran di Kominfo, jadi yang 25 kabupaten/kota akan diranking ulang di tahun 2019 mendatang,” imbuhnya.

Kawit mengatakan, Kabupaten Lombok Utara belum bisa masuk di ranking 50, karena tingginya persaingan dengan daerah lain. Sejumlah kota yang lebih dulu berkembang memiliki kesiapan, sumber daya yang lebih unggul dari yang dipaparkan KLU. Bahkan daerah lain yang memperoleh kesempatan pada tahun ini diketahui ada yang mengikuti perankingan dua tiga kali berturut-turut.

Sebagaimana diketahui, konsep kota cerdas digadang-gadang menjadi konsep kota masa depan. Indonesia mulai gencar mengimplementasikan konsep tersebut setelah Pemkot Bandung sukses mengawalinya. (ari)