Pemerintah Pusat Gratiskan PSC Bagi Penumpang Pesawat di BIZAM

Sebuah pesawat parkir di apron BIZAM. Terhitung mulai tanggal 23 Oktober 2020,  pemerintah pusat membebaskan pengenaan PJP2U di 13 bandara termasuk di BIZAM. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Terhitung mula tanggal 23 Oktober 2020, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan telah menggratiskan Passanger Service Change (PSC) atau Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) di 13 bandara di Indonesia. Termasuk di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Dengan begitu, harga tiket pesawat dari BIZAM ke seluruh bandara di Indonesia dipastikan bakal jauh lebih murah.

“Itu (pembebasan PJP2U) kebijakan pemerintahan (pusat). Bagian dari stimulus ekonomi,” ungkap Communication and Legal Section Head PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Arif Hariyanto, kepada Suara NTB, Minggu, 25 Oktober 2020. Stimulus ekonomi diperlukan untuk mendorong dan memacu kembali pergerakan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.

Iklan

Besaran PJP2U di BIZAM sesuai ketentuan sebesar Rp 60 ribu per tiket pesawat. Dalam hal ini, PJP2U masuk menjadi salah satu item pada harga tiket dan langsung ditarik kepada setiap calon penumpang pesawat begitu membayar tiket pesawat. Dengan peniadaan PJP2U tersebut maka calon penumpang paling tidak bisa menghemat biaya tiket pesawat sebesar Rp 60 ribu per tiketnya.

Meski demikian, ujarnya, PJP2U tidak dihapus. Tetapi disubsidi oleh pemerintah pusat dan tidak lagi dibebankan kepada penumpang seperti sebelum-sebelumnya. Kebijakan tersebut pun tidak seterusnya berlaku. Hanya sampai 31 Desember 2020 mendatang. Selanjutnya menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kebijakan ini berlaku mulai tanggal 23 Oktober 2020 kemarin sampai tanggal 31 Desember 2020 mendatang,” tandas Arif.

Adanya kebijakan tersebut, pemerintah pusat berharap mempercepat pemulihan ekonomi nasional sebagai akibat dampak dari pandemi COVID-19 yang melanda sejak Maret 2020 lalu, terutama pada transportasi udara sekaligus bisa mendorong minat masyarakat untuk berwisata. Karena tiket pesawat khususnya di 13 bandara yang ditunjuk sekarang harganya jauh lebih murah hingga akhir tahun mendatang.

Belum Normal

Sebelumnya General Manager (GM) PT. AP I LIA, Nugroho Jati, saat dihubungi di kawasan Mandalika Kuta, mengatakan kondisi penumpang di BIZAM sejauh ini belum bisa dikatakan normal. Kendati tren penumpang terus mengalami peningkatan dari sisi jumlah. “Kalau dibandingkan dengan kondisi penumpang di tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19, jumlah penumpang pesawat sekarang baru 50 persennya,” sebutnya.

Bahkan kalau dibandingkan dengan kondisi sebelum bencana gempa bumi tahun 2018 lalu, jumlah penumpang pesawat di BIZAM sekarang baru sekitar 25 persen. Jadi kalau bicara normal, jumlah penumpang di LIA saat ini masih dikatakan masih jauh dari kondisi normal.

“Saat ini rata-rata penumpang sudah mencapai 1.200 orang per hari. Jumlah tersebut masih jauh dari kondisi tahun 2019 lalu. Apalagi kalau dibandingkan dengan kondisi sebelum gempa bumi tahun 2018 lalu,” ujarnya. (kir)