Pemerintah Diminta Serius Sikapi Dampak Pemurnian Emas

Kondisi lokasi pemurnian emas di Desa Seloto yang sangat meresahkan bagi masyarakat.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Tokoh agama Desa Seloto, Ustad Darto Wahab, meminta supaya pemerintah desa dan kabupaten serius menyikapi masalah lokasi pemurnian emas di Jorok Liang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bahkan bila perlu ditutup secara permanen, karena dampak yang timbul dari aktivitas tersebut sangat tidak baik bagi lingkungan terutama karena pemurnian emas menggunakan bahan berbahaya.

‘’Kami minta agar lokasi tersebut ditutup permanen saja. Karena kami khawatir dampak yang timbul di kemudian hari pada saat musim penghujan,’’ ungkapnya kepada Suara NTB, Jumat, 11 Juni 2021. Ia bersama warga lainnya juga akan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan guna memastikan tidak ada aktivitas pemurnian.

Iklan

Diakuinya memang ada yang pro dan kontra terhadap aktivitas itu. Tetapi Ustad Darto Wahab  berharap agar pemerintah tetap bersikap atas masalah ini. Jangan sampai menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat nantinya. Apalagi saat ini mayoritas masyarakat merasa sangat resah dengan adanya aktivitas tersebut karena menyangkut mata pencaharian mereka. Bahkan saat ini di Desa Seloto saja ada puluhan masyarakat yang menggantungkan hidup dari Danau Lebo belum lagi desa lainnya. ‘’Kami tidak ingin ada polemik di tengah masyarakat itu sendiri, sehingga kami minta ditertibkan sebelum menjadi masalah,’’ sebutnya.

Sementara itu Joni Iskandar yang berprofesi sebagai nelayan juga sangat resah dengan adanya aktivitas tersebut. Karena selama ini hasil dari Lebo dianggap sangat cukup untuk menghidupi keluarganya. Bahkan dengan adanya Lebo, ia bersama puluhan nelayan lainnya tidak perlu membeli ikan karena hasil dari Lebo dianggap sangat cukup. Tetapi jika lokasi pemurnian tidak ditutup, maka akan ada banyak masyarakat yang mati mata pencahariannya.

‘’Saya sebagai nelayan tidak akan rela jika mereka tetap beroperasi dan memberikan dampak buruk bagi ekosistem Danau Lebo yang sudah sejak lama menjadi sumber kehidupan masyarakat,’’ katanya.

Apalagi perusahaan tersebut diketahui tidak mengantongi izin. Sehingga tidak ada lagi alasan pemerintah untuk tidak menutup lokasi dimaksud. Ia bersama masyarakat lainnya juga memberikan peringatan,  jika  tidak kunjung ditutup, maka masyarakat akan menutup secara paksa. Bahkan tidak sedikit juga masyarakat dari desa lain akan bergerak bersama warga Desa Seloto untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut. ‘’Kami minta agar persoalan ini disikapi secara serius sebelum masyarakat yang melakukan aksi yang lebih besar,’’ tegasnya.

Kepala Desa Seloto, Jalaluddin Patawari yang dikonfirmasi sebelumnya mengatakan,  tetap memberikan atensi khusus terhadap persoalan tersebut. Bahkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Daerah Sumbawa Barat sudah memutuskan untuk menghentikan aktivitas di luar lokasi pembangunan jaringan irigasi Bintang Bano itu.

Bahkan jika mereka membandel akan dilakukan upaya tegas dengan melakukan upaya hukum. Selain itu, pemerintah desa bersama dengan Kabupaten juga akan menggelar rapat khusus untuk membahas persoalan tersebut dengan menghadirkan beberapa pemangku kepentingan. Sehingga penanganan masalah ini lebih komprehensif dan tidak ada yang dirugikan. ‘’ Kami tetap bersama masyarakat mengawal masalah ini sampai tuntas. Jangan sampai ada masalah baru di kemudian hari,’’ katanya. (ils)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional