Pemdes Kalah Sengketa, Lahan Kantor Desa Gunung Sari akan Dieksekusi

Kantor Desa Gunungsari yang akan dieksekusi oleh pengadilan, Senin, 6 September 2021. (Suara NTB/her)

Giri menang (suara NTB)-Pemerintah Desa Gunung Sari dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kalah dalam sengketa aset lahan kantor desa setempat. Sehingga lahan tempat berdirinya kantor desa itu akan dieksekusi oleh pengadilan Senin, 6 September 2021. Sebagaimana surat pemberitahuan eksekusi yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Hubungan Industrial/Tindak Pidana Korupsi Mataram dengan nomor W25-U1/4442/HK.02/9/2021 terganggal 2 September 2021.

Di mana, isi surat pemberitahuan kepada Dr. Irvan Suriadiata selaku kuasa hukum dari pemohon eksekusi, dan Kepala Desa Gunung Sari selaku termohon eksekusi. Dalam surat tersebut, disampaikan akan dilaksanakan eksekusi pembongkaran dan pengosongan terhadap objek sengketa dalam perkara Nomor B/Pdt. G/2019/PN Mtr, terletak di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat yang akan dilaksanakan pada pada Senin, 6 September 2021 sekitar pukul 09.00 Wita di kantor Desa Gunung Sari.

Iklan

Kepala Desa Gunung Sari, H. Maliki membenarkan akan adanya eksekusi lahan kantor desa. Karena Pemdes sudah dinyatakan kalah hingga ke tingkat kasasi. Pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan eksekusi dari pengadilan. “Sudah masuk (surat diterima) dari pengadilan,”jelasnya. Pihak desa sendiri akan hadir pada saat eksekusi dilaksanakan.

Semenjak menerima surat permintaan pengosongan lahan, Pemdes Gunung Sari sudah mengosongkan kantor desa. Dan pelayanan kantor desa pun sudah dipindahkan ke kantor SKB. “Pindah pelayanan pindah sejak dua mingguan, kita bongkar. Sudah kosong di kantor desa,”imbuh dia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pemohon, Irvan Suriadiata yang dikonfirmasi membenarkan akan dilakukan ekskusi atas lahan kantor Desa Gunung Sari, sesuai dengan surat yang sudah diterima dari pengadilan. ” Iya, benar kita ajukan permohonan eksekusi berdasarkan putusan, ” kata Irvan.

Camat Gunung Sari, M. Mudasir membenarkan akan adanya ekskusi tersebut. Pihaknya bersama Pemerintah Desa Gunung Sari sudah melakukan langkah antisipasi jika nanti akan dilakukan ekskusi. Salah satunya memindahkan kegiatan Pemerintah Desa ke Kantor SKB Gunung Sari. ” Iya, tapi aktivitas pemerintah Desa Gunung Sari sudah mulai beraktivitas di kantor baru di SKB, ” katanya

Semenjak adanya sengketa, Pemerintah Desa sudah mengantisipasi, salah satunya dengan mengalihkan kegiatan pelayanan kantor Desa ke Kantor Camat. Mudasir menegaskan bahwa selama gugatan berjalan, Pemkab Lombok Barat sudah berusaha memfasilitasi, bahkan memberikan bantuan hukum, namun ternyata kalah. ” Pemkab sudah memfasilitasi, namun hasilnya kalah, ” ungkapnya.

Untuk diketahui luas lahan yang digugat sebanyak 62 are. Di mana lahan ini sudah menjadi aset Desa Gunung Sari selama 51 tahun. Namun beberapa waktu lalu digugat oleh seorang yang mengaku sebagai ahli waris dengan mengklaim aset tersebut adalah lahan miliknya.(her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional