Pemda Usulkan 100 Hektar untuk Tambang Rakyat di Sekotong

Madani Mukarom. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat mengusulkan 100 hektar kawasan pertambangan di Sekotong menjadi wilayah pertambangan rakyat (WPR) ke Kementerian ESDM. Langkah ini dilakukan mencegah terjadinya aktivitas tambang secara ilegal di kawasan itu yang mengakibatkan kerusakaan hutan dan lingkungan meluas. Menyusul aktivitas tambang tidak lagi manual namun menggunakan alat berat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB Madani Mukarom mengatakan terkait penanganan tambang ilegal di Sekotong. Pihak Pemda melalui bupati sudah mengusulkan ke kementerian ESDM untuk dilegalitas ke koperasi untuk tambang rakyat. Setelah keluar izin dari kementerian ESDM, karena itu ada di kawasan hutan maka pinjam pakai ke DLHK NTB cukup dari Gubernur. “Pak bupati sudah melakukan upaya, permintaan ke perusahaan pemegang izin agar diizinkan untuk WPR. Luasnya sekitar 100 hektar. Itu sedang dilobi oleh Pak Bupati dan Gubernur ke Kementerian ESDM”kata Madani, Selasa, 24 Agustus 2021.

Iklan

Upaya penertiban sendiri sejak lama dilakukan. Namun karena menghadapi ribuan penambang, agak sulit ditertibkan. Bahkan aparat saja tidak mampu. Bahkan pernah dilakukan penertiban, namun kendaraan dibakar. Kecuali kata dia aparat berjaga-jaga di sana 24 jam. Diakui saat ini aktivitas penambang tidak lagi manual namun menggunakan alat berat. “Karena itu kami berupaya menyelesaikan dengan perizinan legal, kita tertibkan. Pengolahan kita kawal agar tidak mencemari,” ujarnya.

Soal desakan ke perusahaan agar segera beraktivitas, diakui pihak Pemda yang perlu berupaya mendesak. Disamping Pemprov juga. Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menegaskan Pemprov tegas tidak mengizinkan tambang ilegal. Karena semua aktivitas tambang di seluruh NTB harus ramah lingkungan. “Semua harus legal dan terkonsep dengan baik dan ramah lingkungan,” ujarnya. Soal langkah tegas penangananya, semua pihak sudah berkoordinasi baik dengan polisi. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional