Pemda Sumbawa Desak BWS Soal Proyek Air Bersih di Lenangguar

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa mendesak pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT I) untuk menindaklanjuti hasil mediasi, terkait pemanfaatan jaringan air bersih di Dusun Kuang Jeringo, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar. Mengingat hingga kini belum ada informasi mengenai kendala di lapangan dari hasil pengecekan yang telah dilakukan.

Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Zainal Arifin, M.Si kepada wartawan Rabu, 25 April 2018 menyampaikan, dari informasi masyarakat keberadaan jaringan air bersih tersebut belum bisa dimanfaatkan seperti yang dihajatkan. Yakni untuk mendekatkan akses air minum kepada masyarakat.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemda Sumbawa sudah melakukan mediasi bersama sejumlah pihak.

Iklan

Saat itu data sudah diberikan dan untuk mengetahui kebenaran dan kevalidannya disepakati untuk diturunkan tim bersama ke lapangan. Hanya saja rencana tersebut belum dilakukan, karena pihak BWS yang ada di Sumbawa belum menyampaikan laporan hasil pengecekan terlebih dahulu terkait kondisi di lapangan. Sebagai dasar nantinya tim turun bersama ke lokasi.

“Komitmen saat mediasi, mereka akan turun sampai titik broncap (bak penampung mata air). Nantinya mereka akan melaporkan dimana kendalanya sehingga air itu tidak nyampe. Kalau sudah ada laporan baru kita merencanakan untuk turun bersama untuk melakukan langkah-langkah. Ini yang saya tunggu-tunggu kok sampai hari ini belum ada. Sudah hampir dua bulan saya tunggu,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada prinsipnya proyek tersebut sudah selesai dikerjakan dan dilakukan pemasangan. Hanya saja programnya belum selesai, karena air belum bisa sampai kepada masyarakat. Dimana berdasarkan pengalaman, kemunginan terjadi kendala di broncap karena tidak terawat sehingga tertutup atau tersumbat. Hal inilah yang masih ditunggu dari pihak BWS terkait hasil pengecekan di lapangan seperti apa kendalanya.

“Sikap Pemda memfasilitasi harapan masyarakat dengan program. Saya tetap minta tuntaskan pekerjaan tersebut. Tidak bisa dong dibangun proyek tetapi terjadi mangkrak. Kalau ada persoalan segera ditangani itu sikap kami,” tukasnya.

Kalaupun nantinya, pihak BWS yang ada di Sumbawa tidak menindaklanjuti hasil mediasi yang telah dilakukan, maka pihaknya akan melakukan jemput bola. Dimana pihaknya sudah membangun komunikasi dengan Dinas PRKP dan PDAM untuk berkoordinasi langsung ke provinsi. “Kita masih menunggu etikad baik dari pihak BWS yang ada di Sumbawa untuk penyelesaian harapan dari masyarakat. Kami sudah membangun komunikasi dengan teman PRKP dan PDAM untuk koordinasi langsung ke pihak provinsi,” pungkasnya. (ind)