Pemda Lombok Barat Siapkan Langkah PK Soal Sengketa Lahan SMPN 2 Gunungsari

Giri Menang (Suara NTB) – PEMDA Lombok Barat (Lobar) tengah mengkaji upaya peninjauan kembali (PK) atas kasus sengketa lahan SMPN 2 Gunungsari, setelah sebelumnya pemda mengalami kekalahan telak mulai dari pengadilan tingkat I di PT TUN Mataram, lalu tingkat banding, bahkan hingga tingkat kasasi pemda kalah oleh penggugat. Saat ini Pemda melalui Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk dibawa ke tingkat PK.

Kepala BPKAD Lobar Joko Wiratno kepada wartawan akhir pekan kemarin mengakui sudah ada keputusan kasasi mengalahkan Pemda. Langkah Pemda sendiri masih ditelusuri terkait dokumen yang akan dibawa ke PK. Terkait lemahnya bukti kepemilikan yang menjadi biang kekalahan pemda, pihaknya sedang menyelusuri hal itu. Sebab pada saat perpindahan kantor ada dokumen arsip diangkut, sehingga belum semua dibuka. “Kita tengah kaji untuk persiapan ajukan PK,”tukas Joko.

Iklan

Terkait kemungkinan pemda membayar lahan itu sesuai permintaan dari penggugat, menurut Joko tidak serta merta bisa dilakukan pembayaran. Tidak mungkin pemda membayar aset sendiri yang sudah ada dalam neraca. Sebab jika dilakukan hal itu akan menjadi temuan. Pihaknya perlu mengkaji terkait pembayaran tersebut, supaya tidak keluar dari aturan yang ada. Diakuinya jika pemda kalah, maka pemda rugi, di sisi lain ia tak menginginkan mewariskan masalah aset bagi masyarakat ke depan.

Kabag Hukum Setda Lobar H. Bagus Dwipayana, SH., MH., sebelumnya menyatakan Pemda Lobar kalah pada kasus sengketa aset berupa lahan SMPN 2 Gunungsari. Pemda bahkan kalah pada pengadilan tingkat pertama, banding hingga tingkat kasasi. Kekalahan pemda disebabkan lemah dari sisi pembuktian. (her)