Pemda Lobar Proses Pengunduran Diri Kades Lembuak

M. Busyairi dan Heri Ramadan (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) -Pemda Lombok Barat (Lobar) tengah memproses pengunduran diri Kepala Desa (Kades) Lembuak Kecamatan Narmada. Pengundurannya diri Kades nonaktif ini diusulkan oleh BPD Desa Lembuak dan Pemerintah Kecamatan Narmada beberapa hari lalu. Saat ini, surat pemberhentiannya sudah berproses di Bagian Hukum Setda Lobar untuk selanjutnya naik ke bupati.

Camat Narmada, M. Busyairi mengatakan Kades Lembuak nonaktif mengajukan surat pengunduran diri ke BPD. Selanjutnya pihak BPD memproses surat tersebut dengan melakukan musyawarah dan menyetujui pengunduran diri Kades tersebut. “Kemudian berita acara hasil musyawarah itu sudah dikirim ke Camat, untuk dibuatkan rekomendasi. Hari Senin lalu sudah kami kirim surat rekomendasi itu ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,” terang Busyairi, Jumat, 19 November 2021.

Iklan

Saat ini, usulan pengunduran diri Kades Lembuak nonaktif sedang berproses di Pemda untuk dikeluarkan SK pemberhentian dari Bupati Lobar. Kemungkinan paling lambat pekan depan SK itu kemungkinan bisa keluar. Karena beberapa hari lalu, pihaknya bertemu dengan Kadis PMD, surat usulan itu sudah diajukan ke bupati.
Alasan pengunduran diri dari Kades Lembuak yakni untuk menjaga kondusivitas masyarakat di desa yang selama ini terjadi kubu-kubuan. Menyusul terjadinya persoalan aset desa. “Sehingga atas dasar itulah diambil keputusan mengundurkan diri,” jelas Busyairi.

Dijelaskan, terkait gugatan perdata yang berlangsung di tingkat kasasi. Prosesnya sudah berlangsung tujuh bulan lalu. Saat ini tinggal menunggu putusan. Kemungkinan satu atau dua bulan mendatang akan keluar putusan.

Ia berharap putusan itu berpihak dan menguntungkan pihak masyarakat dan desa. Karena bagiamanapun pada pengadilan tingkat 1 dan 2, Pemdes Lembuak dimenangkan.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Lobar, Heri Ramadan mengatakan usulan pengunduran diri Kades Lembuak nonaktif sekitar pekan lalu. “Kami sedang proses pengunduran diri Kades Lembuak non aktif,”jelas Heri.

Alasan Kades mengundurkan diri, karena ingin fokus pada profesinya sebagai dosen. Yang bersangkutan juga melihat kondisi sosial masyarakat di desa setempat. Sehingga berbesar hati mengajukan pengunduran diri.
Apakah ada kaitan dengan kasus aset desa? Menurut dia, dalam surat usulan pengunduran dirinya, tidak ada disebutkan hal itu. Ia menambah saat ini surat pengunduran diri sudah naik ke bupati melalui Bagian Hukum. (her).

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional