Pemda Lobar Matangkan Persiapan Sekolah Gelar PTM

Persiapan sekolah yang menggelar PTM di Lobar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pihak Pemda Lombok Barat (Lobar) terus melakukan persiapan untuk menyiapkan sekolah mengadakan pembelajaran tatap muka (PTM). Sejauh ini kesiapan sekolah di Lobar untuk mengikuti PTM diakui sudah 85 persen. Dari 400 sekolah yang ada, sudah 125 yang mengajukan diri. Menyusul adanya instruksi dari Kemendikbudristek supaya sekolah dapat kembali dibuka untuk PTM pada Juli mendatang.

“Intinya kita ikut kebijakan pemerintah pusat, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid belum lama ini.

Iklan

Dirinya mengaku saat ini sekolah di Lobar yang diberikan izin untuk melaksanakan PTM hanya sebelas. Namun tidak menutup kemungkinan, pada Juli mendatang, pihaknya akan memberikan izin kepada semua sekolah yang mengajukan diri. Dengan syarat telah terpenuhinya sarana dan prasarana pencegahan penularan Covid-19 di sekolah tersebut. “Akan kita buka (sekolah yang mengajukan izin), tergantung nanti kebijakan pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, H. Nasrun mengaku sejauh ini dari 400 sekolah yang ada di Lobar, baru 125 yang sudah mengajukan izin dan diverifikasi. “Terkait PTM di bulan Juli, kami sudah melakukan verifikasi di semua sekolah. Baik SD maupun SMP,” ungkapnya, saat ditemui DPRD Lobar, Senin, 14 Juni 2021.

Dijelaskan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi. Kesiapan sekolah yang ada di Lobar untuk mengikuti PTM sendiri sudah mencapai angka hampir 85 persen. Termasuk dalam hal ini kelengkapan sarana dan prasarana sesuai Prokes. Dirinya memperediksi, menjelang bulan Juli, sekolah yang mengajukan izin ini akan terus bertambah. Karena harapan Pemda, sekolah, peserta didik, hingga para orang tua berharap supaya sekolah bisa segera dibuka.

Karena saat ini, disebut Nasrun bahwa pemberian izin PTM ini tidak lagi ditentukan oleh zona Covid lokasi sekolah tersebut. Tetapi berdasarkan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung pencegahan penularan covid. Serta bagaimana arahan dari pemerintah pusat. “Nanti ada yang pakai sistem blok dan sif. Tergantung jumlah peserta didik dan kapasitas sekolah,” tandasnya.

Sementara salah satu guru SMP di Lobar Siti Aisyah berharap PTM segera dilakukan. Bagaimana pun, ujarnya, mengajar di depan kelas berbeda dengan mengajar menggunakan cara dalam jaringan (daring). Diakuinya, mengajar secara daring bisa dari rumah, tapi banyak menyita waktu, karena banyak anak yang tidak memiliki Android untuk belajar, sehingga dirinya harus menghubungi atau mencari anak yang bersangkutan ke rumahnya agar bisa memperoleh nilai. Kondisi ini tentu membuat dirinya sebagai guru juga harus ekstra bekerja. Selain mencari nilai lewat aplikasi yang sudah disiapkan, juga harus mencari anak ke rumahnya yang lokasinya cukup jauh dari sekolah.

‘’Kita berharap, sekolah di Lobar segera menggelar tatap muka, karena guru dan anak-anak juga sudah bosan,’’ harap salah satu guru di salah satu SMP di Lobar ini. (her/ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional