Pemda Lobar Kritik Pemasangan Kabel PJU yang Tak Sesuai Spek

]Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Tata Kota Pertamanan dan Kebersihan mengkritisi Satker Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah I Provinsi NTB, menyusul banyaknya lampu PJU di jalur bandara II yang mati. Pemasangan lampu dan tiang PJU ini menjadi kewenangan pihak terkait, sehingga ketika ada persoalan pihak terkait yang perlu turun tangan melakukan perbaikan.

Selain memprotes banyaknya lampu PJU di jalur bandara II yang mati menjadi perhatian serius pemda Lobar. Dinas terkait juga mempertanyakan pemasangan kabel PJU yang tak rapi dan tak sesuai spek, sehingga membahayakan pengendara yang lewat.

Iklan

‘’Terkait persoalan ini, kami telah bersurat ke Satker Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah I untuk meminta agar segera melakukan perbaikan,’’ ujar Kepala Dinas TKPK Lobar, H. L. Winengan, Rabu, 12 Oktober 2016.

Menurut Winengan, tugas pihaknya memasang kabel di bawah tanah di jalur PJU telah dituntaskan. Pihaknya telah merampungkan pemasangan meterisasi dengan 130 tiang di jalur BIL sepanjang 7 kilometer. Total kabel yang dipasang sepanjang 7 ribu dengan jumlah KWh listrik yang dipasang 10 unit. Kebutuhan normalnya sebanyak 12 unit KWH, namun baru terpasang 10, tersisa 2 unit belum dipasang. Pihaknya sendiri akan segera melakukan PHO proyek meterisasi di jalur BIL tersebut.

“Namun terkendala oleh adanya beberapa titik lampu PJU yang mati. Karena itu kami meminta ke Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I segera mengganti lampu LED yang mati tersebut,” ujarnya.

Diakuinya, jumlah lampu yang mati lumayan banyak mencapai 27 unit. Pihaknya tidak tahu apa penyebabnya, sehingga lampu tersebut tak berfungsi. Namun yang jelas, lanjutnya, pihak satker yang berwenang melakukan perbaikan sebab pemasangan lampu dan tiang dikerjakan oleh satker. Pihaknya hanya melakukan meterisasi berupa pemasangan kabel bawah tanah agar lampu PJU bisa terhubung listrik PLN. (her)