Pemda Lobar Desak Pusat Tinjau Ulang ‘’Passing Grade’’ CPNS

Sekda Lobar,  H. Moh. Taufiq (Suara NTBdok)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk meninjau ulang standar passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).  Apalagi, sebagian besar pelamar tidak lolos passing grade yang sudah ditetapkan. Dampaknya banyak formasi yang tidak terpenuhi di Lobar. Dari 7.355 peserta yang mengikuti SKD itu hanya 87 pererta yang lolos. Sedangkan jumlah formasi yang dibutuhkan sekitar 219.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, H. Moh. Taufiq yang dikonfirmasi,  Senin,  12 November 2018 mengaku, bukan tanpa alasan Pemkab Lobar meminta peninjauan kembali passing grade, sebab kondisi minimnya peserta lolos tidak dialami Lobar saja. Namun secara nasional hampir sebagian besar wilayah Indonesia. “Dari 219 formasi yang baru terpenuhi 87, dan itu akan dites lagi, sehingga kami mengharapkan ditinjau kembali passing grade. Karena ini sudah skalanya nasional,” sambungnya.

Iklan

Surat pengajuan peninjauan dari Pemda Lobar sudah disampaikan kepada pihak Pemprov NTB. Nantinya pihak provinsi yang akan bersurat langsung kepada Badan Kepegawaian Negera (BKN). Sejauh ini pihaknya masih menunggu kabar terkait pengajuan itu. Namun dari kabar pemerintah pusat sudah berencana menijau kembali terkait passing grade itu.“

Menurutnya setiap daerah memiliki perbedaan kemampuan dalam menjawab soal itu. Bahkan di salah satu daerah terdapat hanya 3 persen yang lolos, sehingga peninjauan kembali itu dirasakan sangat dibutuhkan.

Seperti diketahui untuk bisa mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) syarat pesertanya minimal 3 kali dari formasi yang dibutuhkan. Sedangkan dari hasil SKD itu terdapat beberapa formasi di Lobar yang kurang dari syarat minimal itu. Bahkan terdapat formasi yang tidak ada satupun pesertanya yang lolos. (Her)