Pemda Lepasliarkan Benih Lobster di Perairan Gita Nada Sekotong

Kepala DKP Lobar L. Sukawadi dan jajaran bersama  pengusaha lobster melepasliarkan benih lobster di peraitan Gita Nada Sekotong, Selasa, 29 September 2020.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Barat (Lobar) bersama pihak penghusaha melakukan pelepasliaran 300 benih (baby) lobster, Selasa, 29 September 2020 di kawasan perairan konservasi Gili Tangkong, Nanggu dan Sudak (Gita Nada) Sekotong. Pelepasliaran ini kali ketiga dilakukan, di mana sebelumnya dua pengusaha sudah melakukan hal yang sama. Total benih lobster yang dilepasliarkan mencapai 1.500 ekor. Dengan total benih lobster yang dikirim ke luar negeri mencapai 155.549 ekor.

Kepala DKP Lobar L. Sukawadi mengatakan pelepasliaran benih lobster ini sesuai ketentuan. Dalam hal ini, pengusaha wajib melepasliarkan 2 persen dari total benih lobster yang dikirim.

Iklan

Terkait usaha pengiriman benih lobster sejauh ini cukup bagus. Sampai saat ini sudah ada 155.549 ekor yang dikirim ke luar negeri. Ratusan ribu benih lobster itu dikirim oleh dua perusahaan, yakni PT Aquatic, Samudera Jaya. Pengiriman ini tergantung permintaan dan harga pasar. Permintaan benih lobster ini terbilang masih lesu dampak pandemi corona. Harganya juga masih rendah.

Adanya usaha lobster ini jelas dia, mampu menyerap tenaga kerja lokal. Sampai saat ini, ada 350 orang yang terserap. Sehingga mereka pun bisa terbantu dari sisi penghasilan di tengah pandemi. Meski demikian, belum ada celah bagi pemda mendapatkan pemasukan dari benih lobster.

Dery Suryono Adi Susanto dari PT Yepin Internasional Jakarta mengatakan, pihaknya melepasliarkan sebanyak 300 ekor benih lobster di laut lepas. Pihaknya i belum memulai usaha pengiriman lobster. Rencananya setelah pelepasliaran benih lobster ini akan mulai usahanya. Pelepasanliaran  benih lobster ini juga sekaligus memperkenalkan diri sebagai perusahaan baru beroperasi di Lobar. (her)