Pemda KSB Didesak Segera Revitalisasi RSUD Asy Syifa

Agusfian, Abidin Nasar. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Kerusakan sejumlah bagian gedung RSUD Asy Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendapat perhatian serius dari kalangan DPRD setempat. Melalui Komisi III, lembaga penyerap aspirasi rakyat itu mendesak pemerintah segera memperbaikinya.

“Barusan kami RDP (rapat dengar pendapat) dengan Pemda soal kondisi rumah sakit itu. Kami tegaskan tidak bisa ditunda-tunda lagi, harus segera diperbaiki,” cetus sekretaris Komisi III DPRD KSB, Agusfian kepada wartawan, Kamis, 18 November 2021.

Iklan

Sehari sebelumnya, Agusfian menjelaskan, pihaknya telah menggelar sidak ke rumah sakit milik pemerintah itu. Di mana pihaknya menemukan kondisi bangunan rumah sakit itu sangat memprihatinkan. Hampir di setiap lantai terjadi kebocoran, bahkan salah satu akses antar lantai gedung tidak bisa lagi digunakan. “Belum lagi laporan pihak rumah sakit ke kami, misalnya instalasi listriknya ada yang konslet karena rembesan air,” bebernya.

Dalam RDP sendiri, lanjut politisi PBB ini, pemerintah melalui Dinas PUPRPP telah melakukan penghitungan perkiraan pembiayaannya. Di mana dibutuhkan anggaran sekitar Rp 6,9 miliar lebih untuk merevitalisasi seluruh bagian gedung rumah sakit. “Jawabannya (Pemda) tadi, tidak cukup kalau dianggarkan tahun depan. Tapi kita minta bagaimana pun caranya pemerintah harus cari anggarannya,” ujarnya.

Senada dengan Agusfian, wakil ketua DPRD KSB, Abidin Nasar menyatakan, revitalisasi gedung RSUD Asy Syifa tidak boleh ditunda-tunda. Sebab fasilitas itu merupakan salah satu penunjang layanan dasar yang selama ini menjadi fokus pemerintah. “Misi pak bupati jelas memenuhi hak dasar masyarakat. Nah kesehatan itu hak dasar. Tapi kalau fasilitasnya seperti itu kan mundur jadinya,” katanya.

Abidin pun selanjutnya mengatakan, tidak saja untuk gedung rumah sakit Asy Syifa. Pemerintah ia harapkan juga melakukan tinjauan pada fasilitas kesehatan lainnya yang ada di seluruh kecamatan. “Kalau ada yang harus diperbaiki segera lakukan. Jangan tunggu sampai rusak berat yang justru akan membahayakan tidak saja pasien tapi juga tenaga medisnya,” pungkasnya.(bug)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional