Pemda KLU Turunkan Alat Berat Tuntaskan Bangunan di Sempadan Gili Trawangan

Tanjung (suarantb.com) – Sesuai dengan instruksi Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, hari ini merupakan hari pertama pembongkaran bangunan yang berada di sempadan pantai wisata Gili Trawangan. Selain itu, Pemda juga menurunkan satu unit alat berat dan ratusan personil  dari TNI, Polri, dan Satpol PP untuk mempercepat proses pembongkaran, Jumat, 24 Februari 2017.

Setelah beberapa hari sebelumnya, Senin, 20 Februari 2017 masyarakat dan pengusaha melakukan pembongkaran bangunan dan restoran secara inisiatif, akhirnya hari ini Pemda KLU meninjau langsung proses pembongkaran tersebut. Dengan dibantu satu unit alat berat dan sedikitnya 300 personil dari TNI, Polri, dan Satpol PP yang rencananya akan membongkar bangunan sebanyak dua blok.

Iklan

“Untuk saat ini kita bagi 2 blok, mungkin di sekitar blok pertama ini dari sekitar 60 bangunan. Kita upayakan sampai sore nanti, blok pertama sudah bisa kita selesaikan,” ujar Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin.

Penertiban bangunan yang berada di sempadan pantai Gili Trawangan ini nantinya akan dirobohkan sekitar 184 bangunan. Adapun bangunan yang dirobohkan berupa bangunan permanen serta semi permanen.


Sarifudin juga menambahkan, Pemda sudah melakukan pemantapan pelaksanaan pembongkaran bangunan sejak tiga bulan lalu. Sehingga, hari ini merupakan tenggat waktu yang tidak bisa dinegosiasikan lagi pelaksanaan pembongkaran bangunan yang berdiri di sempadan pantai wisata Gili Trawangan.

“Saya atas nama pemerintah daerah menyampaikan bahwa langkah ini, persiapannya kami lakukan tiga tahun sebelumnya. Kemudian enam bulan yang lalu kita juga sudah membicarakan dengan tim. Dan hari ini saya kira deadline waktu yang tidak bisa ditawar lagi,” bebernya.

Berdasarkan Peraturan Bupati Lombok Utara, untuk membangun bangunan maupun restoran di kawasan pantai Gili Trawangan, jarak yang ditentukan sejauh 35 meter dari bibir pantai.

“Kita berikan semacam dispensasi kepada teman-teman pengusaha sejauh 35 meter ini hanya di pinggir jalan saja. Sehingga kedepan itu semuanya bersih, indah, dan insya allah pejalan kaki dan cidomo termasuk pengguna sepeda tidak terganggu lagi,” pungkasnya. (dea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here