Pemda KLU Inventarisasi Lahan Investasi Telantar

Atmaja Gumbara. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Lombok Utara akan menata prospek investasi di daerah. Rencana investasi yang banyak digaungkan beberapa tahun silam, akan dievaluasi sesuai regulasi yang ada.

Kepala Bagian Pembangunan, Setda Lombok Utara, Atmaja Gumbara, SP., Rabu, 15 September 2021, mengungkapkan evaluasi investasi sedang dirancang. Selanjutnya, evaluasi lapangan akan dimulai pada tahun 2022 mendatang. “Tahun 2022 kita akan inventaris lahan terlantar. Semua titik dari Pemenang sampai Bayan akan kita telusuri,” ujar Atmaja, di ruang kerjanya kemarin.

Iklan

Pihaknya menduga, lahan-lahan terlantar yang banyak dikuasai pihak ketiga dominan berada di lokasi strategis, misalnya di pinggir pantai. Lahan-lahan yang dihajatkan untuk lokasi investasi itu akan dipertegas dengan pemilik selaku pemegang HGU atau HGB.

“Yang terindikasi terlantar, semua didata. Baik yang ada izin dan tidak, ada bangunan atau tidak,” sambungnya. Atmaja mencontohkan, salah satu lokasi yang belakangan paling disorot adalah lahan 135 hektar yang HGB-nya di pegang oleh PT. Asano. Saat ini, lahan tersebut tidak terbangun investasi sebagaimana dihajatkan sejak awal. Praktik yang banyak dilakukan perusahaan adalah mengelola lahan dengan pola bermitra bersama masyarakat. Namun demikian, pola kemitraan itu melenceng dari hajat investasi.

“Kalau memang terbukti penelantaran, kita akan lapor ke provinsi dan pusat untuk dieksekusi,” tegasnya. Selain inventaris lahan terlantar, Pemda juga akan memantau tingkat kepatuhan pihak ketiga dalam memanfaatkan lahan dan ruang sesuai regulasi. Sebab, diduga banyak inventaris pihak ketiga maupun masyarakat yang terbangun di area ruang publik (sempadan pantai). Di samping itu, banyak inventaris yang sudah dikomersilkan tidak memiliki IMB. (ari)

Advertisement