Pemda KLU Alokasikan Rp 7 Miliar Tata Jalan Lingkar Trawangan

Tanjung (Suara NTB) – PEMDA Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk menata jalan lingkar Gili Trawangan. Pagu anggaran tersebut sudah diajukan dan masih dalam proses pembahasan di KUA PPAS RAPBD 2018.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Utara, M. Zaldy Rahardian, ST.MT., kepada wartawan, Sabtu, 7 Oktober 2017 mengutarakan, penataan jalan Gili Trawangan usai penertiban akan dimulai pada 2018 mendatang. Sebagaimana tugas pokok dan fungsinya, Dinas PU telah menyusun Detail Engineering Design (DED) pada kegiatan tersebut.

Iklan

“Penataan jalan Trawangan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 7 miliar, karena panjang jalan keliling Trawangan itu sekitar 6 kilometer,” ungkap Zaldy.

Dijelaskan, sebelumnya terdapat dua versi mengenai besaran anggaran yang dibutuhkan untuk menata jalan lingkar Trawangan. Pertama sebesar Rp 7 miliar dan kedua, alokasi antara Rp 9 miliar sampai Rp 10 miliar. Versi kedua mempertimbangkan ada beberapa titik jalan yang putus, dan serta kondisi eksisting jalan yang rentan terhadap abrasi.

Mengacu kondisi di lapangan, Dinas PUPR memilih untuk mengusulkan versi alokasi anggaran sebesar Rp 7 miliar. Pasalnya di beberapa titik, ruas jalan untuk sepeda dan pejalan kaki akan digabung karena tidak memungkinkan untuk dipisah.

Pertanyaannya, mampukah dana Rp 7 miliar itu mencover penataan seluruh jalan lingkar Trawangan mengingat tingginya harga-harga barang di Gili Trawangan? Menjawab itu, Zaldy mengatakan, satuan harga barang untuk wilayah Gili Trawangan tetap berpedoman pada satuan harga yang ditetapkan pemerintah kabupaten untuk wilayah daratan Lombok Utara. Hanya saja, biaya mobilisasi barang dari daratan Lombok menuju Gili telah disiapkan pada pagu anggaran tersebut.

“Analisa kita unutk 3 pulau beda dengan di darat. Harga satuan tetap sama, tapi yang membedakan ada biaya mobilisasi ke Pulau yang disiapkan pada pagu sehingga dananya menjadi Rp 7 miliar,” jelasnya.

Konstruksi pengerjaan jalan lingkar Trawangan dipertimbangkan untuk menggunakan material paving block atau conblok. Aspirasi berbagai pihak agar penataan menggunakan aspal hotmix, belum memungkinkan dengan asumsi biaya perawatan yang cukup mahal. Mobilisasi alat berat ke pulau dirasa memerlukan biaya tidak sedikit. Itu pun dengan volume pemeliharaan jalan tidak dilakukan di satu titik dan tidak hanya sekali.  (ari)