Pemda Kewalahan Penuhi Permintaan Vaksin

Pemandangan masyarakat di depan Pendopo Bupati Lotim saat mengantre untuk mendapatkan dosis vaksin, Selasa (3/8). (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini kewalahan memenuhi permintaan vaksin dari masyarakat. Pasalnya tingkat permintaan vaksin tidak sebanding dengan jumlah dosis vaksin yang diberikan oleh Pemprov NTB. Tingginya permintaan itupun menyebabkan tidak terhindarkan kerumunan di Pendopo Bupati Lotim yang menyediakan pelayanan vaksinasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, Dr. H. Pathurrahman, M.Kes., Selasa, 3 Agustus 2021, menyebutkan Kabupaten Lotim kembali mendapat dosis vaksin jenis Sinovac pada Senin sore sebanyak 4.000 dosis. Dosis vaksin ini kemudian disebar ke 35 puskesmas di Kabupaten Lotim, termasuk pelayanan vaksinasi di Pendopo Bupati Lotim sebanyak 3.000 dosis.

Iklan

Pelayanan vaksinasi di Pendopo Bupati ini, kata Pathurrahman, dihajatkan untuk masyarakat di seputaran Kota Selong. Namun pihaknya tidak menampik melayani masyarakat untuk menerima vaksin, meski berada dari luar Kota Selong selama merupakan warga Lotim.

Pathurrahman mengaku telah mengingatkan supaya masyarakat yang ingin mendapatkan dosis vaksin supaya menerapkan protokol kesehatan berupa memakai masker dan menjaga jarak. Namun tantangan yang dihadapi saat ini yaitu ramainya masyarakat yang mendatangi Pendopo Bupati untuk mendapatkan dosis vaksin.

Pelayanan vaksinasi di Pendopo Bupati dilakukan untuk mengimbangi pelayanan vaksinasi di puskesmas dan desa ketika dosis vaksin tersedia cukup banyak. Sementara total dosis vaksin yang diterima oleh masyarakat di Kabupaten Lotim sebanyak, 108.000 dosis vaksin. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan dosis vaksin yang dibutuhkan oleh Pemkab Lotim sekitar 700.000 dosis vaksin.  “Kebutuhkan kita masih banyak, masih panjang,” ungkapnya.

Salah satu masyarakat yang ditemui Suara NTB di halaman Pendopo Bupati Lotim, Riana, mengaku kedatangannya ke Pendopo Bupati untuk mendapatkan dosis vaksin yang disediakan oleh pemerintah. Akan tetapi, hingga pukul 14:00 Wita, dirinya belum mendapatkan giliran meski sudah antre dari pukul 07:00 Wita. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional