Pemda Harus Pidanakan Oknum Mafia Tanah

Indra Jaya Usman (Suara NTB/dok), Ahmad Nuralam (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Hingga saat ini Pemkab Lombok Barat (Lobar) sudah memenangkan sengketa beberapa aset yang selama ini diklaim pihak-pihak tak bertanggung jawab. Bahkan terbaru, aset daerah bermasalah senilai Rp 15 miliar berhasil diselamatkan Pemda. Akan tetapi Pemda didorong tidak hanya aktif mengamankan aset, namun perlu melakukan upaya hukum dengan mempidanakan oknum mafia tanah yang diduga terlibat dalam kasus aset-aset ini dengan modus memalsukan dokumen negara.

“Atas dasar itu, kami di DPRD Lobar dan Komisi I mendesak Pemda untuk mengambil langkah hukum,salah satunya dengan mempidanakan oknum pengklaim aset tersebut,” tegas Anggota Komisi I DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Jumat, 26 Februari 2021.

Iklan

Ia mengatakan bahwa kalangan dewan berkomitmen untuk turut serta dalam upaya pengamanan aset daerah. Untuk itu, kata dia, Pemda harus segera mengembalikan aset yang bermasalah, sedangkan yang masih dalam proses harus dikawal secara all out. “Yang dimenangkan itu harus dieksekusi, karena masih banyak yang dikuasai. Apalagi sudah ada putusan pengadilan,” tegasnya.

Dikatakan IJU, panggilan akrab Indra Jaya Usman, mempidanakan pihak-pihak yang melakukan pengklaiman aset daerah merupakan salah satu langkah untuk memberi efek jera bagi oknum-oknum yang berniat melakukan hal yang sama. “Karena disana jelas ada upaya pelanggaran, pidananya harus jalan, seperti pemalsuan dokumen semacam pemalsuan sporadik,” tambahnya.

Politisi Demokrat itu lantas menambahkan persoalan mafia aset maupun kasus tanah sudah menjadi kasus nasional. “Seperti kasus yang saat ini menimpa keluarga Dino Patti Djalal yang saat ini ditangani Mabes Polri. Untuk itu hukum harus ditegakkan,” Ujar Usman.

Politisi asal Nyur Lembang Narmada itu juga memperingatkan kepada pihak Pemda agar tidak hanya melempar persoalan ke APH. “Jangan hanya melempar ke aparat hukum, tapi harus dikawal dengan benar, mungkin dengan data dan dokumen yang dibutuhkan agar diproses dengan cepat,” sarannya.

Seperti diketahui, baru-baru ini Pemkab Lobar menang atas sengketa lahan puskesmas dan pasar seni di Desa Sesela Kecamatan Gunungsari yang diklaim oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan tersebut. Atas kemenangan itu,  Pemkab Lobar berhasil menyelamatkan aset daerah yang bernilai sekitar Rp15 miliar rupiah.

Luas lahan puskesmas dan lahan pasar seni yang digugat tersebut masing-masing 42 are dan 39 are dan telah disertifikatkan oleh Pemkab Lobar sejak tahun 2004.

Sebelumnya saat sidang gugatan di Pengadilan Negeri Pemkab juga memperoleh kemenangan dan pihak penggugat melakukan banding ke Pengadilan Tinggi. Kepala Bagian Hukum Setda Lobar, Ahmad Nuralam, S.H., mengatakan bahwa Pemkab Lobar menang dalam sengketa tersebut dan berhasil menyelamatkan aset daerah yang bernilai sekitar Rp15 miliar.

Ia menjelaskan kemenangan pemkab ini diperoleh karena Pemkab memiliki bukti sah atas kepemilikan lahan tersebut. Selain itu kemenangan ini juga karena dukungan kuat dari masyarakat tiga desa yaitu Desa Sesela, Desa Jatisela dan Desa Midang. Ia mengatakan bahwa dukungan kuat ini memberikan pengaruh signifikan kepada pemerintah daerah dalam memenangkan sengketa aset ini.  (her)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional