Pemda Disarankan Hati-hati Lakukan Pemekaran Wilayah

Mataram (suarantb.com) – Sengketa  tapal batas antara Lombok Tengah dan Lombok Barat di wilayah Nambung membuat pemerintah provinsi semakin berhati-hati terkait dengan usulan pemekaran wilayah. Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH, M. Si mengatakan sengketa tapal batas merupakan  sesuatu yang  biasa terjadi di tengah tengah masyarakat.

Karena itu Amin menyarankan kepada pemeritah daerah agar lebih berhati hati lagi saat melakukan pemekaran wilayah.”Oleh karena itu pemerintah saat melakukan pemekaran agar sangat berhati-hati. Karena pemekaran sekarang tidak semudah seperti yang dulu-dulu,” ujarnya, JUmat, 2 September 2016.

Iklan

Amin mengatakan sengketa tapal batas tersebut harus diselesaikan dengan musyawarah. Ia mengaku siap menjadi penengah di antara dua kubu yang memperebutkan wilayah wisata tersebut. “Kami selaku pemerintah provinsi siap untuk memfasilitasi, dan harus diselesaikan di ruangan ini, seperti kasus dulu Sumbawa dengan Sumbawa Barat,” terangnya.

Sementara itu, Asisten I Tata Praja dan Aparatur Setda NTB, Dr. M. Agus Patria, SH, MH mengatakan wilayah Nambung berdasarkan keputusan pemerintah pusat berada di wilayah Lombok Barat. Namun dengan adanya keberatan dari Pemkab Lombok Tengah, Pemprov bisa menunjuk pemerintah pusat untuk mengambil keputusan.

Agus menerangkan jika sudah menunjuk pemerintah pusat untuk menyelesaikan, maka barulah dilakukan pengukuran dan pengecekan di lapangan. Kemudian diputuskan langsung oleh pemerintah pusat. “Kalau sudah ditunjuk mereka akan turun ke lapangan lagi, baru diputuskan. Kalau sudah diputuskan sudah tidak bisa di rubah lagi,” ujarnya.

Agus menambahkan keputusan pemeirntah pusat bisa saja dirubah apabila alasan dari pihak yang keberatan dapat diterima. Namun selama keberatan itu belum diterima, keputusan tersebut tidak dapat dirubah.

“Selama pejabat yang berwenang tidak merubah keputusan tersebut maka itu dijadikan tolak ukur kecuali dirubah.Kecuali kalau keberatan itu diterima, dan diadakan perubahan, keputusan bisa berpeluang untuk dirubah, bila nanti dipelajari keberatannya,” tandasnya. (ism)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here