Pemda Diminta Perbanyak Serapan Air di Tiga Gili

Tanjung (Suara NTB) – Intensitas hujan yang cukup lebat belakangan ini tidak hanya mengkhawatirkan bagi warga di daerah daratan Lombok, tetapi membahayakan bagi warga yang mendiami kawasan wisata 3 gili. Mengantisipasi potensi banjir, Pemda pun diminta untuk memperbanyak serapan air serta membuat selokan (drainase) di kawasan itu.

Kepala Desa Gili Indah, H. M. Taufik, kepada Suara NTB, Rabu, 21 Desember 2016 mengungkapkan, sah-sah saja bagi pemerintah memetakan kawasan 3 Gili sebagai daerah rawan banjir. Namun demikian potensi banjir dan ancaman itu, hendaknya dibarengi dengan langkah real sebagai antisipasi dan pencegahan.

Iklan

“Dibilang rentan, sih iya juga, dbilang ndak ya ndak juga. Karena air (hujan dengan intensitas tinggi) tidak sampai tergenang berhari-hari, apalagi sampai seminggu. Air hanya lewat saja,” kata Taufik.

Pemdes Gili Indah secara prinsip mengapresiasi langkah Pemda dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir akibat curah hujan lebat. Salah satunya melalui pembuatan 150-an lubang serapan air di berbagai titik di Gili Trawangan. Hanya saja, kata Taufik, warga desa menginginkan agar jumlah serapan air diperbanyak hingga ke Meno dan Gili Air.

Pengalaman menunjukkan, serapan air yang dibuat efektif dalam menekan bahaya mengenangnya air dalam waktu lama. Selain itu, serapan ini juga mampu menahan penyebaran air ke laut yang berpotensi memberi dampak kontaminasi bagi keanekaragaman biota laut setempat.

Sebagai langkah antisipasi banjir, Taufik mengakui belum dapat mengarahkan pembuatan serapan dan selokan kepada para pengusaha setempat. Ia menyadari, penanganan sebagaimana dilakukan murni merupakan tanggungjawab pemerintah daerah.

“Di tingkat perusahaan, saya belum liat ada perusahaan yang membuat serapan di sekitar tempat usaha mereka, yang ada hanya dibuat oleh Pemda dan Pemdes. Tetapi sejauh ini, kondisi (potensi banjir) belum mengkhawatirkan,” demikian Taufik.

Terpisah, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara, menyebut sesuai identifikasi wilayah, BPBD KLU memasukkan Gili Trawangan ke dalam wilayah rawan akan bencana. Potensi bencana seperti banjir, longsor, maupun pohon tumbang umumnya akan terjadi di kawasan padat penduduk seperti Tanjung dan Pemenang, Desa Pemenang Timur, Sokong, Sigar Penjalin, Malaka, hingga Gili Indah. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here