Pemda Batasi PTM di 11 Sekolah, SD di Lobar Pasang Pengumuman Tutup Sementara

Pihak sekolah SD 1 Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Lobar tutup sementara. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali mengeluarkan surat edaran agar kegiatan belajar mengajar kembali digelar di rumah atau Belajar Dari Rumah (BDR), dimulai tanggal 26 Januari lalu. Sekolah  yang ada di Lobar, terutama jenjang SD dan SMP yang  sudah mendapatkan izin langsung menindaklanjuti edaran ini, dengan kembali belajar di rumah.

Seperti yang dilakukan di sekolah SDN 1 Bagek Polak Barat  Kacamatan Labuapi, sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat dan orang tua siswa. Pihak sekolah memasang pengumuman di depan pintu gerbang sekolah bertuliskan ” Untuk Sementara  sekolah ditutup, sampai keluar izin resmi dari Bupati Lombok Barat’’.

Iklan

Kepala Sekolah SDN 1 Bagek Polak Barat, Burhanuddin yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan pengumuman tersebut. Pengumuman tersebut dipasang sebagai cara pemberitahuan kepada orang tua siswa, agar mereka tidak mengantarkan anak mereka ke sekolah. Walaupun sudah diumumkan lewat group WhatsApp, namun ada saja orang tua siswa yang datang. ‘’Kita pasang agar orang tua siswa tahu, besok Sabtu kita buka pengumumannya,’’ ujarnya.

Karena sebelumnya, beberapa waktu lalu sekolahnya sudah melakukan kegiatan simulasi belajar mengajar secara tatap muka, sejak awal tahun 2021. Di mana pada awal tahun 2021 ada lima sekolah yang dibuka di wilayah Kecamatan Labuapi, termasuk SDN 1 Bagek Polak Barat  untuk tahap kedua. Namun karena  kembali maraknya Covid-19, maka kebijakan Dikbud berubah, dan mengeluarkan edaran untuk memberhentikan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas di sekolah.

‘’Kemarin kita sudah simulasi tatap muka dan menunggu izin dari Bupati Lombok Barat. Namun karena ada edaran, makanya kami tutup sementara, kembali memberlakukan BDR,’’ jelasnya.

Dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh Dikbud, memang untuk kelas akhir seperti kelas VI SD  dan kelas  IX SMP, bisa belajar di sekolah, dengan penerapan protokol kesehatan. Tetapi ini berlaku bagi 11 sekolah yang sudah mendapatkan izin dari Bupati. Sedangkan sekolah SDN 1 Bagek Polak Barat, belum mendapatkan izin, kemarin baru sampai simulasi, dan sedang diusulkan untuk mendapatkan izin dari Bupati oleh Dikbud.

‘’Kita belum mendapatkan izin dari Bupati, kita kemarin baru diusulkan, izinnya belum keluar,’’ katanya. SDN 1 Bagek Polak Barat, sebelumnya diusulkan, sudah dilakukan verifikasi, sudah dilakukan pengecekan, kelengkapan standar Covid-19, dan semua sudah memenuhi. Namun sekarang ini, sejak hari Rabu disarankan untuk kembali belajar dari rumah. Dengan aturan ini, tentunya kegiatan belajar mengajar, kembali dilaksanakan seperti dulu, saat kegiatan belajar mengajar diterapkan.

Terpisah, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid  mengatakan, pihaknya sudah menegaskan untuk tidak akan menambah pemberian izin kepada sekolah yang lainnya, selain 11 sekolah yang sudah diberikan izin untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

Beberapa hari lalu, Dikbud sudah melakukan evaluasi, sehingga ada perubahan di mana yang bisa masuk sekolah hanya kelas VI dan kelas IX. ‘’Hasil evaluasi internal, ada perubahan sehingga sekarang belajar darinya lagi,’’ kata Bupati.(her)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional