Pemda Atensi Warga yang Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Warga Dusun Terbanyak tinggal di pondok kebun warga. Pihak Dinsos KLU memberikan bantuan beras pada warga ini. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Dua warga, Inaq Karnip dan Inaq Surnip, didapati tinggal di pondok di lokasi perkebunan salah seorang warga Dusun Tebanyak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung. Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Lombok Utara, Fathurrahman, S.Sos., turun langsung melihat kondisi warga dan menyerahkan bantuan beras untuk keduanya.

Dinsos mendapati mengetahui keberadaan 2 orang itu dari laporan petugas PKH desa setempat. Usai di cek, kondisi tempat tinggal keduanya, benar tidak layak.

Iklan

Inaq Surnip kepada Dinsos dan wartawan, mengakui sudah tinggal dan menetap di perkebunan milik kerabatnya sejak setelah gempa tahun 2018. Ia saat itu sudah berstatus janda. Pernah berkeluarga dengan warga asal Desa Teniga. Namun sampai rehab rekon dilakukan pemerintah, ia tidak mendapat bantuan lantaran almarhum suami tidak memiliki dokumen kependudukan lengkap.

Hingga suaminya meninggal, ia memutuskan untuk kembali ke dusun tempat asalnya di Tebanyak. Memiliki seorang anak seusia SMP, namun karena kondisinya, sang anak diasuh oleh kerabatnya.

Sementara Karnip, menyusul Surnip tinggal di kebun yang sama, usai suaminya meninggal. Karnip, tidak memiliki sanak famili. Dua kali menikah, namun kedua mantan suaminya, meninggal dunia. Pondok keduanya berdekatan. Pondok keduanya dibangun seadanya. Tanpa listrik, tanpa sumber air. Untuk keperluan minum, mereka harus mengambil air menggunakan ember dari rumah warga terdekat di Tebanyak. Sebab letak kebun itu sendiri berada di ketinggian (bukit) dusun setempat. “Terima kasih pak,” ucap keduanya saat menerima bantuan beras, Kamis, 7 Oktober 2021.

Sementara, Plt. Kepala Dinsos Fathurrahman mengaku prihatin melihat kondisi kedua perempuan paruh baya tersebut. Terlebih lagi, mereka tidak memiliki sanak famili yang menanggung beban hidup keduanya.

Sebagai langkah solusi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dukcapil KLU untuk membuatkan dokumen kartu keluarga. Dasar itulah, Dinsos akan mengusulkan bantuan perumahan bagi keduanya melalui dana tak terduga.

“Pertama kita akan buatkan dulu adminduknya supaya mereka bisa mendapat bantuan seperti PKH. Setelah itu baru dibangunkan rumahnya,” ujarnya.

Pada anggaran tak terduga itu, usulan pemanfaatan anggaran diprioritaskan untuk kejadian berstatus darurat. Namun demikian, untuk mengakomodir kedua perempuan tersebut, Dinsos akan meminta persetujuan pihak berwenang.

“Yang jelas mereka warga Lombok Utara. Maka kita harus hadir memberikan bantuan. Rencana kita buatkan rumah berukuran 3 x 6 meter dengan dua kamar sehingga nanti punya masing-masing satu kamar,” tandasnya. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional