Pemda Agendakan Pemanggilan Managemen PT Brantas

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berencana akan memanggil manajemen PT Brantas dalam waktu dekat. Pemanggilan terhadap kontraktor pembangunan bendungan Bintang Bano tersebut dilakukan, karena hasil tinjauan lapangan ada  gejolak yang terjadi di lokasi tersebut. Selain itu, Pemda juga menduga bahwa PT tersebut belum sepenuhnya melaksanakan SOP sesuai dengan kesepakatan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) yang dikonfirmasi melalui Pelaksana Harian (Plh) Drs. Zainuddin, MM kepada Suara NTB, Selasa (26/7/2016) menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan tehadap managemen PT Brantas beserta Camat dan Kepala Desa setempat. Pemanggilan ini dilakukan untuk menanyakan kembali sampai dengan sejauh mana pelaksanaan hasil kesepakatan awal.

Iklan

Hasil kesepakatan awal, pihaknya sepakat untuk melakukan rekrutmen tenaga kerja. Diberikan kewenangan dan kepercayaan kepada manajemen perusahaan tersebut bersama pejabat setempat yakni camat dan kepala desa. Tetapi, realisasinya, dalam rekrutmen tenaga kerja tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Artinya bahwa, hanya beberapa orang saja yang direkrut sementara yang lainnya diabaikan. Hal tersebut yang saat ini menimbulkan riak-riak perlawanan di desa setempat.

“Saya berencana mau panggil manajemen PT bersama dengan camat untuk menjelaskan kondisi tersebut,” ujarnya, seraya menegaskan pokok permasalahan tersebut harus tuntas dalam minggu ini juga. Bahkan pihaknya juga sudah bersurat secara resmi untuk menyelesaikan masalah ini.

Diakuinya, hasil pantauan di lapangan  masih banyak warga setempat yang belum terakomodir untuk bekerja di lokasi tersebut. Selain itu, para pekerja di lokasi tersebut juga mempertanyakan masalah upah standar yang telah dijanjikan. Bahkan sebelumnya Pemda sudah memberikan peringatan yang kuat untuk bisa menerapkan sesuai dengan kesepakatan awal. Tetapi dalam praktiknya masih jauh dari harapan. Terutama managemen PT Brantas yang sampai dengan saat ini masih belum maksimal dan total menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Sehingga masih menimbulkan gejolak disana.

  Pemilik Tanah Rumah Apung di KSB Diinventarisir

“Kami  akan betul betul mengawasi hal tersebut sehingga tidak lagi terjadi gejolak di sana,” tegasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here