Pembunuhan Linda Novitasari, Tersangka Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Rekonstruksi kasus pembunuhan Linda Novitasari di Perumahan Royal Mataram, Mataram Agustus lalu. Tampak tersangka RP memeragakan salah satu adegan.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Tersangka dugaan pembunuhan calon mahasiswi S2 Unram Linda Novitasari, RP (22) dijerat dengan tambahan sangkaan pasal. Penyidik menjerat RP dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa menyebutkan, sangkaan pasal 340 KUHP itu tercantum dalam berkas perkara tersangka RP yang dikembalikan ke jaksa peneliti.

“Pasal 340 KUHP ini berdasarkan petunjuk jaksa. Jaksa meminta pasal ini dialternatifkan dalam berkas perkara,” ungkapnya, Rabu, 25 November 2020.
Dasar penjeratan pasal itu muncul dari bukti petunjuk. Antara lain modus yang dipakai tersangka RP untuk menghilangkan nyawa Linda kekasihnya tersebut. Yakni pada saat tersangka mencekik leher korban.

“Pada saat dicekik ada durasi sekian detik. Ini meninggalnya diduga bukan karena cekikan. Tetapi juga meninggalkan bisa jadi pada saat digantung,” paparnya.
Kadek Adi menguraikan, bukti penyebab meninggalnya korban juga sudah tercantum dalam dokumen hasil autopsi jenazah korban. “Penyebabnya patah tulang lidah yang diakibatkan pencekikan. Dokter forensik sendiri tidak mendefinisikan meninggalnya apakah saat dicekik itu atau saat digantung,” ujarnya.

Jaksa sebelumnya juga memberi petunjuk mengenai duplikasi percakapan komunikasi antara korban dengan tersangka melalui pesan instan. Percakapan ini disinyalir merupakan bukti tambahan untuk menguatkan pembuktian delik pasal yang disangkakan. “Soal ini sudah sangat teknis penyidikan. Tidak bisa saya jelaskan,” pungkas Kadek Adi.
Terpisah, tim kuasa hukum korban Yan Mangandar Putra mengaku sudah menerima surat pemberitahuan perkembangan penyidikan. Pada intinya keluarga korban meminta penyidik lebih jeli dalam menangani kasus ini.

Yan sepakat dengan dugaan pembunuham berencana yang disangkakan. Prasangka itu muncul dari indikasi tersangka yang masih melakukan kegiatan lain di jeda waktu pembunuhan. “Pelaku sempat merokok sebelum menggantung korban. Ini lebih mudah diketahui dari kloning HP dan CCTV,” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Namun, dari penyidikan sejauh ini menurutnya belum ada pemenuhan petunjuk jaksa. Diantaranya mengenai kloning percakapan pesan instan, rekaman CCTV, dan hasil autopsi yang masih sumir.

“Kami meminta rekonstruksi ulang atau tambahan dengan melibatkan pihak keluarga dan kuasa hukum. Ini kaitannya dengan profesionalitas dan keterbukaan,” tandas Yan.
Tersangka RP diduga membunuh kekasihnya, Linda pada Kamis, 23 Juli lalu di sebuah rumah di Perumahan Royal Mataram, Sekarbela, Mataram. Tersangka mencekik korban setelah bertengkar hebat. Tersangka dimintai pertanggunjawaban untuk menikahi korban yang saat itu mengaku hamil.

Untuk menutupi perbuatannya, RP menggantung jenazah korban di lubang ventilasi ruang tengah. RP lalu kabur ke Denpasar, Bali demi membuat alibi. Korban akhirnya ditemukan pada Sabtu sore, 25 Juli 2020. Tersangka RP disangka pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau pasal 338 KUHP tentang pembunuhan uang disengaja dan atau pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. (why)