Pembunuhan Kades di Bima Diduga Karena Dendam

Bima (Suara NTB) – Motif pembunuhan Kepala Desa (Kades) Parado Rato Kecamatan Parado, Mansyur SH yang dilakukan oleh S, seorang warga Parado Wane, akhirnya terungkap. Penyebabnya diduga dendam lama, atas terbunuhnya Kaur Desa Wane, Maman, pada tahun 2015 lalu.

Kapolres melalui Kabag Ops Polres Bima Kompol Muslih, menerangkan kasus itu bermotif dendam. “Kasus ini ada hubungannya dengan masalah pembunuhan Kaur Desa Wane, oleh warga desa Rato tahun 2015,” ucapnya kepada Suara NTB, Kamis, 27 Oktober 2016.

Iklan

Meski pelaku pembunuh Kaur Desa Wane itu telah diproses secara hukum, bahkan divonis penjara belasan tahun, namun hal itu tidak membuat warga Desa Wane puas, karena salah seorang pelakunya masih ada.

“Warga Wane menduga bahwa Kades Rato inilah yang menyembunyikan tersangka pembunuh Kaur Desa di gunung,” katanya.

Akibat hal itu, beberapa warga Wane masih menyimpan dendam. Apalagi diketahui satu orang terduga sebagai pelaku itu kerap berkeliaran bebas di desa Rato.

“Kades Rato ini dituding tidak melaporkan keberadaan satu orang pelaku ini kepada Polisi. Sehingga Kades dijadikan pelampiasan pelaku,” terangnya.

Menurut Muslih, dari hasil keterangan yang diambil oleh penyidik. S juga mengakui telah membacok Kades hingga tewas. Bahkan hal itu dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

“Selain keterangan S, penyidik juga telah mengambil keterangan enam orang saksi. Satu orang di antaranya istri Kades, Nuraini,” ujarnya.

Situasi antara dua desa sempat memanas. Muslih mengaku saat ini sudah berangsur kondusif, walaupun pasca meninggal dan penguburan korban. Warga desa Rato sempat ingin melakukan penyerangan, namun mampu dihalau aparat.

“Sejauh ini sudah kondusif, tapi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan sejumlah anggota masih disiagakan,” terangnya.

Dia menghimbau agar kasus itu dipercayakan penanganan sepenuhnya pada aparat penegak hukum. (uki)