Pembunuhan Disengaja, Keluarga Linda Berharap Jaksa Ajukan Banding

Rio Prasetya Nanda terdakwa pembunuhan Linda Novitasari saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Mataram Senin lalu.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Keluarga korban pembunuhan Linda Novitasari menilai putusan hakim atas terdakwa Rio Prasetya Nanda masih belum memenuhi rasa keadilan. Hukuman 14 tahun penjara dirasa belum setimpal dibandingkan dengan rasa kehilangan korban. Linda baru saja meniti mimpinya menjadi dosen setelah lulus seleksi program magister ilmu hukum.

“Terutama ibu, menilai terdakwa harus dihukum mati atau setidak-tidaknya dihukum penjara seumur hidup,,” kata kakak korban Mey Susanti, Selasa, 4 Mei 2021. Hal itu menanggapi vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram. Mey mengenang lagi perihal korban Linda yang berkepribadian periang, pintar, mandiri, dan kehadirannya di tengah keluarga yang selalu dinanti-nantikan.

Iklan

“Ibu sama Bapak kalau pulang kerja selalu yang dicari pertama kali adalah Linda,” ucapnya. Ibu Linda pensiunan guru SMA. Sementara ayahnya pensiunan Polri yang pernah bertugas di Polda NTB. Demikian juga ketika Linda sudah beranjak dewasa dan menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Unram. Linda juga aktif di organisasi mahasiswa pencinta alam. Kemudian sampai akhirnya lulus seleksi jenjang pendidikan S2.

“Bukan hal yang mudah bagi keluarga kami menerima kenyataan kehilangan orang yang sangat dicintai dan meninggalnya dengan cara yang sangat mengenaskan,” sebut Mey. Penasihat hukum keluarga korban Yan Mangandar menambahkan, vonis 14 tahun penjara bagi pihak keluarga sangat jauh dari rasa keadilan. Apalagi melihat fakta persidangan mengenai cara terdakwa Rio menggantung korban.

Perbuatan itu, sambung dia, termasuk sadis bahkan itu dilakukan demi menutupi perbuatannya. Linda meninggal tercekik. Kemudian Rio menggantung korban untuk membuat dalih. “Besar harapan pihak keluarga agar jaksa penuntut umum mengajukan banding,” ucapnya. Rio Prasetya Nanda alias Rio dihukum penjara 14 tahun penjara karena terbukti secara sengaja membunuh kekasihnya, Linda Novitasari. Putusan dibacakan Majelis hakim yang diketuai Hiras Sitanggang memimpin sidang pembacaan putusan, Senin, 3 Mei 2021. Hukuman itu berdasarkan pembuktian pasal 338 KUHP.

Rio divonis bersalah karena terbukti membunuh Linda pada Kamis 23 Juli 2020 sekitar pukul 20.30 Wita. Linda dicekik di rumah orang tua Rio di Perumahan Royal Mataram, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram. Untuk menghilangkan jejak pembunuhan, Rio menggantung Linda dengan tali agar seolah korban bunuh diri. (why)

Advertisement ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional