Pembukaan Rute Lombok-Perth Tetap Sesuai Rencana

Ilustrasi Rute Perth Lombok

Praya (Suara NTB) – Rencana pembukaan rute penerbangan baru Lombok – Perth Australia, dipastikan masih tetap sesuai agenda awal dan tidak terpengaruh kondisi penerbangan yang saat ini masih lesu. Demikian ditegaskan General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Nugroho Jati, Minggu,  24 Februari 2019.

Diakuinya, hingga sekarang ini pihaknya belum mendapat kabar perubahan rencana soal pembukaan rute internasional tersebut dari pihak maskapai AirAsia. Artinya, rencana pembukaan rute baru masih tetap sesuai rencana semula, yakni pada bulan Mei mendatang. “Selama belum ada informasi perubahan jadwal, maka semua tetap sesuai rencana awal,” sebutnya.

Iklan

Pihak maskapai saat ini sudah mulai melakukan persiapan yang dibutuhkan. Bahkan informasinya, pihak maskapai sudah mulai membuka pemesanan tiket pesawat secara online akhir bulan ini untuk penerbangan perdana dan selanjutnya.

Selain rute internasional, AirAsia juga akan membuka dua rute penerbangan domestik, masing-masing rute Lombok-Yogyakarta serta Lombok-Denpasar. Pembukan rute penerbangannya sendiri direncanakan hampir bersamaan dengan pembukaan rute internasional itu nantinya. Dengan begitu AirAsia tidak hanya melayani rute internasional saja, tapi juga rute domestik. ‘’Jadi pilihan masyarakat soal penerbangan akan semakin beragam,’’ ujarnya.

Disinggung kondisi kekinian penumpang pesawat di LIA, Jati mengaku memang masih lesu dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan Maret mendatang. Setelah itu penumpang pesawat diprediksi bakal mulai naik. Selain sudah akan memasuki masa liburan di negar-negara Eropa. Di dalam negeri juga akan momen puasa dan lebaran yang biasanya dibarengi dengan peningkatan jumlah penumpang pesawat.

Diakuinya, secara umum kondisi penerbangan pada awal tahun ini jauh lebih lesu dari tahun sebelumnya. Di mana dalam kondisi low season sekarang ini terjadi penurunan angka penumpang pesawat sekitar 23 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Masa-masa awal tahun memang masuk kategori low season. Tapi kondisi tahun ini lebih lesu jika dibandingkan tahun-tahun sebelum,” sebutnya.

Pihaknya pun dalam hal ini tidak punya kuasa untuk turut membantu peningkatan penumpang, karena pihaknya hanya sebagai penyedia layanan bandara. “Soal kondisi penumpang yang lesu ini dipengaruhi banyak faktor. Dan, itu semua di luar kewenangan kami,”  tambahnya. (kir)