Pembukaan Jurusan SMK Harus Sesuai Potensi Geografis

Kapal latih Dikbud yang digunakan praktik siswa jurusan NKPI di SMKN 1 Sekotong. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah vokasi seperti SMK merupakan lembaga pendidikan yang diharapkan mampu mencetak siswa siap kerja dengan memiliki keahlian tertentu. Tentu saja sekolah-sekolah vokasi ini haruslah memperhatikan potensi geografis di mana letak sekolah itu berada.

Seperti yang dilakukan SMKN 1 Sekotong. Sekolah ini dulunya merupakan sekolah dengan kompetensi keahlian pada jurusan pertambangan. Namun kini telah berbalik arah menjadi sekolah maritim dengan kompetensi keahlian jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI).

Iklan

Waka Kurikulum SMKN 1 Sekotong, Sukirno,S.Pd., menjelaskan tentang latar belakang dibukanya jurusan ini. Pada awalnya SMKN 1 Sekotong membuka jurusan pertambangan. Akan tetapi sektor pertambangan yang dulu melekat secara geografis dengan wilayah Sekotong mulai menghilang secara perlahan.

Atas dasar itulah akhirnya pihak sekolah mencoba mengalihkan ke jurusan lainnya yakni NKPI. Meskipun di awal saat dibukanya jurusan NKPI di SMKN 1 Sekotong kesulitan mencari guru. Bahkan saat itu pihaknya meminjam guru SMK Pelayaran Lembar sebagai staf pengajar. Kerja keras itu kini berbuah manis, SMK ini lantas punya branding kuat sebagai SMK Kemaritiman dan diminati masyarakat.

Plt. Kepala SMKN 1 Sekotong Sulman Haris, menyebut sebagai sekolah vokasi yang mengajarkan keterampilan dan keahlian siswa, metode belajar di SMK 1 Sekotong mengajar dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen pemberian praktik langsung lapangan.

“Pihak sekolah lebih mengedepankan praktik daripada teori yaitu dengan perbandingan 30 persen teori dan 70 persen praktik,” urainya.

Kini sekolah ini telah bermetamorfosa. Banyak masyarakat yang tertarik memasukkan anak-anak mereka. Besarnya peluang kerja di industri pelayaran, membuat masyarakat tertarik masuk SMKN 1 Sekotong. Apalagi siswa khususnya NKPI sudah banyak ditunggu oleh industri pelayaran untuk bekerja. Namun tetap saja mereka harus terlebih dahulu menyelesaikan sekolah. (dys)

  Pembangunan Kampus Poltekpar Lombok Tuntas Maret

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here