Pembubaran Ormas HTI, Polres Antisipasi Gerakan di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Polres Dompu akan memperkuat antisipasi gerakan lapangan sebagai dampak keputusan pemerintah yang membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Langkah ini untuk menjaga stabilitas keamanan di daerah, mengingat Dompu termasuk banyak anggota HTI.

“Kita akan monitor gerakan di lapangan, baik dari HTI itu sendiri maupun dari kelompok-kelompok masyarakat yang lain,” kata Kapolres Dompu, AKBP Jon Wesly Aryanto, SIK kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 9 Mei 2017.

Iklan

Dalam memantau gerakan Ormas yang dinilai mengancam keutuhan NKRI itu, pihaknya telah mengistruksikan personel untuk melakukan patroli di titik-titik perkumpulanya. Dan secara tertutup akan ada upaya penyelidikan terkait reaksi yang akan muncul dari Ormas Islam ini.

Hanya saja Kapolres enggan menyebutkan di mana pusat aktivitas Ormas tersebut. “Kita akan antisipasi dengan patroli kemudian secara tertutup kita akan lakukan penyelidikan terhadap kerawanan yang mungkin muncul,” ujarnya.

Mengingat persoalan ini telah menjadi keputusan pemerintah pusat, mau tidak mau akan tetap ditindaklanjuti pihaknya. Namun sebelum benar-benar merealisasikanya, polisi perlu berkoordinasi dengan Kemenag dan Kesbangpoldagri selaku pihak yang lebih berkompeten dalam urusan ini. Jika disepakati untuk dibubarkan, pihaknya bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) siap mengamankan dan menertibkan.

“Tetap akan kita laksanakan, akan tetapi yang berwenang dalam hal ini yaitu instansi terkait seperti Kemenag dan Kesbangpoldagri. Kita menunggu tindak lanjut dari mereka,” jelasnya.

Antisipasi dini yang dilakukan itu sebut Kapolres, semata-mata agar tidak meninbulkan kekacauan di tengah kehidupan bernegara dan beragama di Dompu yang saat ini sudah aman. Terlebih kekhawatiran lain yakni imbas dari reaksi Ormas yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan jiwa masyarakat. (jun)