Pembuatan Akte di Notaris Menurun Drastis

Muh. Ali. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Hampir setahun pandemi Covid-19 menyerang dunia, tak terkecuali Indonesia. Salah satu dampak yang dirasakan sangat berat adalah aktifitas kenotariatan yang mengalami penurunan sangat drastis. Ekonomi yang sangat lesu mengakibatkan kegiatan pembuatan akte di notaris nyaris sepi. “Saat ini puncak keloyoannya (aktifitas kenotariatan),” kata Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kota Mataram, Muh. Ali, SH, M.Kn.

Dijumpai di kantornya, Senin, 4 Januari 2021, Mantan Sekretaris Provinsi NTB ini mengatakan, transaksi yang terjadi dilegalkan di notaris sangat rendah. Dalam situasi normal, satu orang pembuat akte bisa melegalkan satu transaksinya bermiliar-miliar. “Sekarang, transaksi yang Rp100 juta saja sangat sepi,” imbuhnya.

Ali mengatakan, beban operasional yang ditanggung oleh kantor notaris cukup besar. Kondisi ini terjadi sejak corona melanda Indonesia, Maret 2020 lalu. Sampai saat ini, apalagi belum ada tanda-tanda corona berakhir. Meskipun vaksinnya telah ditemukan. Kelesuan yang hebat ini menurutnya berpotensi berlanjut, di tahun 2021 ini. sementara aturan tidak membolehkan usaha notaris ditutup, kata Muh. Ali.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh ditutup. Tidak ada istilah gulung tikar. Itu juga permasalahannya,” kata Ali. Kegiatan kenotariatan yang saat ini masih mendominasi terkait badan hukum dan pertanahan. Didalamnya sudah termasuk aktivitas jual beli properti dan sejenisnya. Sejak adanya corona, masyarakat yang melakukan transaksi jual beli properti sangat rendah.

“Yang jual tanah dan bangunan misalnya, banyak. Tapi yang beli yang tidak ada. Orang masih pada menahan uangnya,” imbuhnya. Dalam situasi ini, tidak ada lain yang diharapkan. Pandemi corona ini segera berakhir. Selama isu-isu tentang corona masih terus menjadi pembahasan, Ali pesimis percepatan pemulihan ekonomi. Sementara aktivitas kenotariatan sangat sensitif terhadap aktivitas ekonomi. Saat kondisi normal, dalam sebulan ia dapat memfasilitas puluhan pembuatan akte. Ditengah corona, jumlahnya turun drastis. “Harapan kita sama, agar situasi ini pulih,” demikian Ali. (bul)