Pembongkaran Bangunan Usaha di Utan Sisakan Masalah

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Komisi II DPRD Sumbawa telah menerima keluhan dari para belasan pedagang yang bangunan usahanya yang berdiri di tanah negara (sekitar Lapangan KONI Utan) dibongkar. Terkait pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lapangan dimaksud. Hal ini masih menyisakan masalah, karena belum ada solusi sementara yang bisa membantu para pedagang ini. Hanya diprioritaskan mendapatkan kesempatan berdagang nantinya di lokasi RTH ketika sudah rampung.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, A. Rafiq, Rabu (29/3/2017) membantah kalau disebut lapak pedagang yang dibongkar. Sebab sesungguhnya yang dibongkar itu, bangunan usaha permanen yang berdiri di atas lahan negara. Untuk kepentingan pembangunan RTH. Dalam hal ini, pihaknya sudah beberapa kali memfasilitasi hearing dengan para pemilik bangunan usaha bersama Camat setempat dan pihak dinas terkait. Lalu Komisi II turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya. “Ternyata itu bukan lapak, tetapi bangunan permanen,”terangnya.

Iklan

Dalam hal ini, Komisi II tetap mengacu kepada kesepakatan awal, pembongkaran dilakukan paling lambat 25 Maret lalu, sehingga dilakukanlah pembongkaran. Meski diketahui ada sekitar lima pedagang yang sempat ngotot dan menolak bangunannya dibongkar. Namun setelah itu, Komisi II kembali menerima para pedagang yang mempertanyakan nasib mereka pasca pembongkaran. Dalam hal ini, Komisi II mencoba befrkomunikasi dengan pemerintah dan sepakat mereka nantinya akan diprioritaskan berdagang kembali di RTH ketika pembangunannya sudah rampung pada 2018 mendatang. “Para pedagang yang sempat menolak sudah legowo,”terangnya.

Untuk solusi sementara, pihaknya mengupayakan berkoordinasi dengan Diskoperindag sebagai pembinan UKM. Berharap  ada solusi jangka pendek bagi pedagang ini, sambil menunggu pembangunan RTH rampung. Diketahui ada 14 pemilik bangunan usaha yang dibongkar. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here