Pembobolan Dana Bank NTB Syariah Bisa Rugikan Daerah

H. Effendi Eko Saswito. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito menyayangkan dugaan pembobolan dana Bank NTB Syariah. Kejadian ini dipastikan akan merugikan daerah. Perbaikan sistem dan sumber daya manusia harus segera dilakukan oleh direksi. “Jelas ini merugikan daerah,” kata Eko dikonfirmasi, Senin, 29 Maret 2021.

Menurutnya, dugaan pembobolan dana Bank NTB Syariah perlu dipertanyakan letak permasalahannya, apakah faktor sistem atau sumberdaya manusia. Jika persoalannya pada SDM, maka perlu berpikir ulang untuk dilakukan perombakan di manajemen. Kota Mataram sebagai pemilik saham meminta direksi Bank NTB Syariah menjalankan amanah daerah sebaik – baiknya, karena uang yang dikelola adalah dana milik masyarakat yang nantinya dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat. “Ini uang masyarakat yang dikelola. Jadi harus dikelola dengan baik,” katanya mengingatkan.

Iklan

Kabupaten/kota sebagai pemilik saham Bank NTB Syariah mengharapkan dividen dari pengelolaan dana tersebut. Selama ini, daerah menerima dividen kecil dari pengelolaan dana daerah. Jangan sampai keuntungan kecil justru hilang lagi. Oleh karena itu, direksi Bank NTB Syariah harus benar – benar memiliki komitmen yang kuat menyelamatkan uang daerah, agar tidak menimbulkan kerugian dan lain sebagainya. “Kita mintalah dikelola dengan baik,” pesannya.

Seperti diketahui, oknum pegawai Bank NTB Syariah diduga telah melakukan penyelewengan dana bank hingga mencapai Rp10 miliar. Aksi pembobolan dana oleh oknum karyawan bank daerah telah terjadi sejak tahun 2012 lalu. Modus pembobolan uang itu dengan melakukan penarikan melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan menggunakan beberapa rekening. Kasus ini baru terungkap setelah dilakukan rotasi.

Saat ini, pihak Bank NTB Syariah sedang mengumpulkan bukti – bukti. Selanjutnya, kasus ini akan dilaporkan ke Polda NTB guna proses hukum. Kendati dana bank raib mencapai Rp10 miliar dipastikan tidak akan merugikan nasabah. Kerugian murni menjadi tanggungjawab pihak bank. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional