Pembobolan Bank NTB Syariah Rp11,9 Miliar, Polda NTB Dalami Indikasi Pelaku Lebih dari Satu Orang

I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB melanjutkan kasus dugaan pembobolan dana Bank NTB Syariah 2012-2020 ke tahap penyidikan. Sejumlah saksi bakal diperiksa lagi untuk mendalami modus tindak pidana perbankannya. Termasuk indikasi jumlah pelaku yang lebih dari satu orang.

“Untuk sementara terlapornya masih satu orang. tapi nanti kita lihat lagi apakah ada keterlibatan orang lain. Kan baru naik penyidikan,” terang Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, ditemui Selasa, 24 Agustus 2021.

Iklan

Untuk mendalami indikasi berjamaah ini, penyidik perlu memeriksa lengkap terlapor kasus ini. “terlapornya sudah kita periksa. Tapi belum bisa kita ambil keterangannya karena kondisi kesehatannya. Kita mau pastikan dulu bagaimana kondisi kesehatannya sebelum kita periksa lagi,” ujarnya.

Pihaknya akan memaksimalkan pemeriksaan sejumlah saksi serta bukti-bukti yang dihimpun penyidik Subdit II Perbankan. Menurutnya, sistem keuangan perbankan membutuhkan ketelitian dalam pemeriksaannya. Belum lagi indikasi perbuatan pemindahan uang ke rekening pribadi ini tidak pernah terlacak. “Karena memang selama beberapa tahun itu, uang yang keluar ini tidak ada jadi temuan SPI-nya. Kita akan dalami bagaimana modusnya,” jelas Eka.

Sejauh ini, Polda NTB menemukan dana transaksi 440 nasabah bank dibobol. Selama delapan tahun, Rp11,9 miliar dana nasabah ini diduga dikirim ke rekening pribadi yang tidak sesuai tujuan awal transaksinya. Modusnya, transaksi nasabah ini dimanipulasi. Misalnya pada transaksi perbankan antar rekening, maupun ke rekening pribadi nasabah. Pelakunya diduga oknum pegawai dengan jabatan penyelia pelayanan nontunai berinisial PS yang menjadi terlapor dalam kasus ini.

Transaksi ini baru diproses sesuai peruntukan awalnya ketika nasabah mengajukan komplain. “Pada saat yang terakhir-terakhir ini, mungkin dia bingung dicarikan uangnya dari mana untuk menutupi yang sudah diambil tadi,” bebernya.

Eka menyebutkan, sebanyak 18 saksi sudah dimintai keterangannya di tahap penyelidikan. Saksi-saksi ini akan dipanggil lagi untuk diperiksa di tahap penyidikan. “Belum sampai unsur pimpinannya. Masih sekitar yang berkaitan dengan tugas di jabatan terlapor,” ungkapnya. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional