Pembobol IAIN Diduga Tak Beraksi Sendirian

Mataram (Suara NTB) –  Terduga pembobol ruang dosen kampus IAIN Mataram, ID (18) tak bekerja sendiri. Ia beraksi bersama lima kawannya. Dua lainnya, ditangkap Polsek Ampenan usai ID dibekuk Kamis, 9 Februari 2017 lalu.

Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah Effendi menyebutkan, ID ternyata sudah pernah dibina di Panti Sosial Paramita 2015 lalu selama dua bulan. Namun hal itu tak membuatnya jera.

Iklan

Warga Jempong Timur, Kelurahan Jempong Baru, Sekarbela itu berbuat ulah lagi. “Di TKP kampus IAIN itu dia eksekutornya,” kata Kiki di Mapolres Mataram, Jumat, 10 Februari 2017.

Ia menyebutkan, ID beraksi bersama lima kawan lainnya. Dua pelaku lagi sudah diamankan di Polsek Ampenan, yakni J (21) dan A (19). Para pelaku itu beraksi dengan peran masing-masing.

“Mereka sering nongkrong di kampus itu, totalnya berenam. Jadi sudah hafal situasi. Bukan satu kali itu juga beraksi. Saling berlanjut di ruangan kampus berbeda di hari yang lain,” jelasnya.

Sementara barang bukti hasil curian belum sempat dijual. Menurut pengakuan pelaku, uang hasil curian jika barang berhasil dijual akan dipakai untuk membeli minuman keras.

Sementara pelaku ID, mengaku jera di hadapan polisi saat rilis media kemarin. “Saya berjanji akan tidak mengulangi lagi,” kata ID terbata-bata.

Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Mataram kemalingan akhir Januari lalu. LED TV dan satu set pengeras suara raib. Terduga pelaku ID ditangkap Kamis (9/2) lalu di salah satu rumah di TKP gedung C Jurusan Biologi FITK IAIN Mataram pada Jumat (27/1) lalu.

Para pelaku masuk ke ruangan dengan mencongkel pintu ruang dosen. Di dalam ruangan itu, satu TV LED, speaker komputer dan kain gorden raib dijarah pelaku. Kerugiannya mencapai Rp 3 juta. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here