Pembersihan Tahap Akhir

Muhammad Iqbal (Suara NTB/Humas Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Pengerjaan lintas sirkuit MotoGP Mandalika masih terkendala lahan yang dikuasai warga. Sisa 3 persen persoalan lahan sedang diselesaikan. ‘’Minggu depan, land clearing bisa 100 persen,’’ ungkap Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, Rabu, 30 Desember 2020 kemarin.

Pekerjaan inti berupa landasan sirkuit berlangsung tanpa hambatan. Dalam pelaksanaannya, kerawanan akan terhalangnya pekerjaan sirkuit dengan panjang 4,31 Km ini sangat minim. ‘’Sebenarnya hari ini bisa saya perintahkan land clearing, tapi ada yang bisa kita hitung. Alasannya tidak bisa kita ungkap ke publik,’’ jelasnya.

Iqbal menyebut masyarakat pengklaim lahan memahami bahwa alas hak yang dimiliki tidak kuat. Persoalan selama ini bukan pada masyarakat pengklaim lahan yang menolak menyerahkan lahan. Tetapi ini berkaitan dengan perhitungan luasan dan riwayat pelepasan hak sebelumnya. Hubungannya dengan nilai pembayaran kerohiman, atau ganti rugi bagi pemilik lahan enclave.

‘’Kita apresiasi mereka yang mengajukan gugatan. Mereka menggunakan jalur hukum. Tidak dengan cara-cara yang di luar aturan,’’ kata Kapolda. Polda NTB mengakselerasi penyelesaian lahan di kawasan KEK Mandalika. Khususnya di kawasan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika dengan membentuk tim verifikasi.

Per Desember ini, sembilan titik bidang lahan yang diklaim masyarakat sudah dibersihkan. Antara lain, Ridwan/Arifin Tomi, Gema Lazuardi, dan Jinalim pada titik Hak Pengelolaan Lahan (HPL) 88; Amaq Eka pada HPL 78; Amaq Bengkok, Amaq Karim, dan Amaq Senang pada HPL 73; Masrup pada HPL 76; dan Adi Suhartini pada HPL 48.

Sementara, masih ada tiga titik yang belum pembersihan lahan yakni titik 10,11, dan 17 atas nama Subawai pada HPL 73. Subawai masih dalam pendampingan Komnas HAM. “Saya kira ini tinggal 2 atau 1,5 persen. Minggu depan sudah bisa selesai,” tandas Iqbal. (why)