Pembersihan Loang Baloq Selesai Dua Hari

240 orang petugas kebersihan dikerahkan untuk membersihkan seluruh area Taman Loang Baloq, Jumat (4/6). Pembersihan terutama dilakukan untuk menanggulangi dampak gelombang pasang yang terjadi pada 26 Mei lalu. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman menekankan penanganan dampak gelombang pasang di Taman Loang Baloq harus selesai dalam dua hari. Hal tersebut disampaikan untuk merespon penanganan bajir dan masalah sampah yang muncul akibat terjadinya gelombang pasang pada 26 Mei lalu.

“Ini harus jadi atensi dinas-dinas terkait, supaya masyarakat tidak terganggu dampak dari timbunan sampah dan genangan di sana. Supaya masyarakat juga bisa segera menggunakan lapak di sana untuk berkegiatan dan berusaha,” ujar Mujib, Jumat, 4 Juni 2021.

Iklan

Dia meminta seluruh stakeholder terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pariwisata (Dispar) agar benar-benar memperhatikan masalah sampah yang muncul akibat gelombang pasang tersebut. Terutama agar pembersihan menyeluruh dilakukan setelah genangan yang membanjiri area selatan Taman Loang Baloq dikeringkan.

“Genangaannya juga harus cepat ditangani. Dinas terkait harus mencari solusi cepat untuk itu. Nanti Walikota atau saya akan tiba-tiba berkunjung ke sana untuk memantau. Jadi 1-2 hari ini harus sudah selesai semua,” tandasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor menyebut tantangan terberat dari pembersihan dampak gelombang pasang tersebut adalah masih tingginya gelombang air laut, sehingga sampah masih terus bertumpuk di bibir pantai. “Karena itu kita belum bisa bersihkan sampai kemarin, karena sampah masih ada terus,” ujarnya.

Kendati demikian, mengikuti instruksi Wakil Walikota pihaknya bersama OPD lainnya sejak Jumat, 4 Juni 2021 siang telah mengerahkan 240 orang petugas untuk membersihkan seluruh area taman kota tersebut. “Kita bersama-sama PU, Dipar, Perkim, DLH, dan BPBD akan membersihkan semua sampah ini. Termasuk untuk mengeringkan sisa genangan dengan membuka jalur ke pantai,” jelas Mahfuddin.

Pihaknya optimis pembersihan menyeluruh dapat dilakukan hingga dua hari kedepan. Terutama dengan bantuan alat berat dari Dinas PU dan DLH Kota Mataram. “Kita pertama akan mengeringkan sisa genangan dulu. Kita kerahkan semua alat penyedot yang ada dan membuka jalur pembuangan ke laut sekitar 50 meter, tentu dengan melihat ketika airnya sedang surut,” ujarnya.

Kepala Dinas PU Kota Mataram, Miftahurrahman menerangkan untuk membuka jalur pembuangan ke laut pihaknya akan menurunkan satu alat berat. Kendati demikian, jika gelombang pasang masih terjadi proses pengeringan diprediksi masih membutuhkan waktu lebih.

Di sisi lain, Kepala Dispar Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi menyebut proses pemindahan pelaku usaha yang lapaknya terdampak gelombang pasang juga akan segera dilakukan. “Kita akan pindahkan ke tempat yang lebih layak, karena sekarang beberapa memang sudah diamankan tapi masih semerawut,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan lapak kosong di bagian utara Taman Loang Baloq agar dapat dimanfaatkan untuk sementara waktu. Dengan begitu masing-masing pemilik usaha diharapkan dapat mulai berjualan.

“Kita juga akan memulai proses revitalisasinya, termasuk untuk pembangunan talud penahan gelomabang. Renanyanya kita akan mulai tender tanggal 10 Juni nanti,” jelasnya. Dengan pembangunan talud tersebut, pihaknya berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di Taman Loang Baloq. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional