Pemberian Dana Tali Asih untuk Lahan Sengketa di Kawasan Mandalika Mulai Dihitung

Praya (Suara NTB) – Pemerintah pusat telah memutuskan untuk memberikan ganti rugi dalam bentuk tali asih kepada warga pemilik lahan sengketa seluas 109 hektar di dalam kawasan Mandalika Resort Pujut. Untuk itu, Satuan Tugas (Satgas) penyelesaian persoalan lahan bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sudah diperintahkan mulai menghitung besaran tali asih yang akan diberikan kepada warga itu nantinya.

Kepada Suara NTB, Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, SIP, yang dikonfirmasi Sabtu, 29 Oktober 2016, menjelaskan, keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kamis, 24 Oktober 2016 lalu. Rapat ini dihadiri sejumlah kementerian terkait, Pemprov NTB dan Pemkab Loteng serta pihak-pihak terkait lainnya.

Iklan

Hanya saja, ujarnya, pada pertemuan ini tidak langsung membahas secara teknis besaran tali asih yang akan diberikan. Karena untuk besaran tali asih, akan dikaji dan dihitung oleh tim teknis. Dalam hal ini Satgas Penyelesaian persoalan lahan kawasan Mandalika bersama Pemprov NTB dan Pemkab Loteng di bawah koordinasi Kapolda NTB dan Danrem 162/WB. “Oleh pemerintah pusat tim ini diberikan waktu sampai tanggal 18 November mendatang, untuk menentukan besaran tali asih yang akan diberikan,” sebutnya.

Dalam menghitung besaran tali asih yang akan diberikan, pemerintah pusat menekan harus sesuai koridor aturan yang ada dengan berdasarkan pada besaran nilai ganti rugi yang diberikan kepada warga pemilik lahan di 16 titik di dalam kawasan Mandalika yang sudah dinyatakan clean and clear sebelumnya. (kir)